"Pak Jokowi, Mr Mark, Hello! Hello!"
"Pak Jokowi! Mr Mark! Hello! Hello!' Saya cuma bisa ucapin itu. Saya teriak-teriak aja terus," ucap Suwandi.
Editor:
Hasanudin Aco
"Dia merentangkan tangan juga dan salaman sama saya. Saya senang bisa jabatan tangan dengan pria bule itu. Malahan saya juga dapat bersalaman dengan Jokowi," jelas Suwandi.
Berbicara mengenai Facebook, pria yang lahir di Bandung ini mengatakan dirinya pertama kali bisa jualan pakaian melalui media sosial.
Ia mulai mengawali karirnya sejak duduk di bangku kuliah di salah satu universitas negeri di Kota Kembang itu.
"Saya awalnya jualan ke teman-teman saya waktu SMA, ke teman-teman kuliah, sampai jualannya via online. Nah, pertama kali itu pakai media sosial Facebook," katanya.
Berawal jualan kaos anak muda, hingga jualan baju berkerah dan bahkan baju koko pun juga ada. Ia mengaku menggeluti bidang tekstil sudah berjalan kurang lebih 5 tahunan.
"Saya sering kebanjiran pesanan. Ada yang dari luar daerah sampai luar pulau. Ya di mana aja. Kebanyakan ya dari Facebook itu. Jadi setiap hari kerjaan saya buka Facebook terus," ucap ayah satu anak ini.
Ia juga mengaku usahanya sukses hingga bisa berdagang pakaian di pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara itu berkat Facebook.
"Andai saja Pasar Tanah Abang saat itu sepi, saya ingin sekali mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena berkat hasil karya dia, saya bisa berdagang dan menjadi pengusaha," terang Suwandi.
Suwandi mengatakan Mark dan Jokowi terbilang cuma mampir sebentar. Ia mengakui saat itu blusukan kedua orang tersebut hanya 5 menit.
"Ya orang bule juga mana tahan desak-desakan begitu. Panas, pengap, AC juga nggak berasa," katanya. (Panji Baskhara Ramadhan).