Tamu Sang Komisaris di Kamar 3502
Arsya mengalami luka di wajah sebelah kiri, dan tulang rusuknya patah. Dia kini dirawat kamar 3502 di Lantai 35 RS Siloam.
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw dan Mohamad Yusuf
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anak buah Komisaris Teuku Arsya Khadafi, ketakutan apabila ruang tempat Arsya dirawat ditulis oleh media. Mereka takut ada anggota TNI AL datang. Sementara seharian ini kamar 3502 tempat Arsya dirawat terus didatangi tamu.
Arsya adalah korban terparah akibat pengeroyokan anggota POM TNI AL di Bengkel Cafe pada Kamis (6/2/2015) dinihari.
Arsya mengalami luka di wajah sebelah kiri, dan tulang rusuknya patah. Dia kini dirawat kamar 3502 di Lantai 35 RS Siloam.
Beberapa anak buah Arsya, menyebut takut ada anggota TNI AL yang datang. "Bang, jangan disebut lah lantai tempat dirawatnya," ujar salah satu anak buah Arsya berbadan jangkung.
Sejak Wartakotalive.com naik ke lantai 35, seluruh anak buah Arsya lekas mengusir. Mereka mendapat perintah tak boleh ada orang lain menjenguk Arsya, termasuk wartawan.
Bahkan, petugas informasi di Lantai 35, melindungi nama Arsya baik-baik. Saat Wartakotalive.com menanyakan nama Arsya, petugas di lantai 35 menyebut tak ada nama Arsya didalam daftar pasien.
Salah satu anak buah Arsya bahkan ketakutan kalau-kalau ada anggota TNI AL datang. Makanya dia berkali-kali mengingatkan Warta Kota agar tak menyebut lantai Arsya dirawat, apalagi kamarnya. "Kalau lu mau sebut. Sebut saja RS Siloam, tapi jangan bilang di Semanggi," ucap anak buah Arsya.
Padahal, hari ini ada beberapa orang penting di tubuh Polri datang. Seperti Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Budi Waseso yang menghabiskan satu jam di ruang 3502 itu. Dia datang sekitar pukul 20.00.
Kemudian, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono, datang hanya beberapa saat usai Budi Waseso pulang. Unggung tak sampai 30 menit di kamar 3502. Lalu pulang pukul 21.30.
Unggung memastikan Arsya dalam kondisi baik. Bicara Arsya normal selamat dijenguk Unggung. "Ada luka-luka di wajah kiri," ucap Unggung kepada Wartakotalive.com. Kemudian, Unggung belum tahu apakah rusuk kiri Arsya akan dioperasi atau tidak. Rusuk itu patah karena hantaman. "Masih tunggu hasil dari dokter soal rusuk," ucap Unggung.
Sementara itu, siang harinya ada beberapa Polwan Cantik menjenguk Arsya. Salah satunya Briptu Eka Frestya. Dia datang sebelum matahari tenggelam dan sempat duduk-duduk di lobi usai turun dari kamar 3502.
Kendati turun dari lantai 35 dan sempat membicarakan kasus Arsya dengan seorang rekannya di kursi loba, Eka mati-matian mengaku tak tahu soal kasus Arsya. Dia justru mengaku bahwa sedang menemani rekannya berobat.
Eka datang dengan kecantikan luar biasa. Dia memakai kemeja ketat bergaris putih hitam, berpadu dengan celana ketat berbahan katun dan sepatu hak.
Kemudian, selanjutnya ada sederet polisi lain menjenguk. Mereka kelihatan membawa buah dan kue dalam box-box besar. Beberapa datang sendiri, tapi ada pula yang datang dengan istrinya.