Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Dinas Kebersihan Bawa Sampah Rumah ke Kantor

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta pun mencoba memberikan contoh agar pegawainya juga bisa turut berpartisipasi pada Bank Sampah tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kepala Dinas Kebersihan Bawa Sampah Rumah ke Kantor
Warta Kota/Mohammad Yusuf
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Edhiningtyas Kusumadewi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai upaya untuk menangani sampah terus dilakukan oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Salah satunya, dengan memperbanyak Bank Sampah di berbagai wilayah.

Termasuk di Kantor Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Jalan Mandala V Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.

Didirikan Bank Sampah 'Resik', untuk wadah pegawainya agar bisa mengaplikasikan kepedulian akan sampah.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Edhiningtyas Kusumadewi, pun mencoba memberikan contoh agar pegawainya juga bisa turut berpartisipasi pada Bank Sampah tersebut.

"Saya wajibkan pegawai yang berkantor di Dinas Kebersihan membawa sampah minimal satu minggu sekali ke Bank Sampah di kantor Dinas Kebersihan. Termasuk saya. Sampai saat ini, jumlah sampah di Catatan buku tabungan Bank Sampah, saya sudah mengumpulkan sebanyak 54 kg sampah," kata Kepala Dinas yang kerap disapa Tyas, ini kepada Warta Kota, Kamis (19/2).

Menurut Tyas, ia kerap membawa sampah yang ada di rumah ke kantornya setiap dua minggu sekali.

Rekomendasi Untuk Anda

Sampah-sampah yang dibawanya, merupakan sampah yang bisa didaur ulang.

"Jadi saya ajarkan juga keluarga saya agar bisa memilah sampah yang bisa didaur ulang. Termasuk pembantu rumah tangga saya. Sampah-sampah dipilah. Seperti botol plastik, kardus, Koran, dan Majalah bekas. Setiap dua minggu sekali, saya bawa ke kantor, dan saya masukkan ke dalam Bank Sampah," kata ibu dua anak itu.

Dengan penerapan pemilahan sampah tersebut, lanjutnya, Bank Sampah yang telah didirikan terus tesuplai asupan sampah yang bisa dimanfaatkan.

Pegawai pun semakin terlatih untuk memberikan manfaat tersebut, hanya cukup membawa sampah daur ulang dari rumahnya masing-masing.

"Dengan adanya Bank Sampah, saya berharap mulai dari pegawai Dinas Kebersihan dahulu yang bisa mencontohkan untuk aktif di Bank Sampah. Nantinya, seluruh pegawai bisa menularkan ke lingkungkannya sekitar," katanya.

Saat ini terdapat 200 Bank Sampah di DKI Jakarta. Mereka berdiri di sekitar lingkungan sampah. Rencananya, juga akan dibangun di masing-masing Kantor Suku Dinas Kebersihan Jakarta, gedung-gedung perkantor, sekolah, ‎dan pasar.(Mohammad Yusuf)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas