Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kata Ahok, Sistem Jalan Berbayar di Jakarta Terbentur Perda

"ERP tidak bisa bulan ini. Kita lagi cari celah hukumnya karena bertentangan dengan Perda Retribusi," ucap Ahok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kata Ahok, Sistem Jalan Berbayar di Jakarta Terbentur Perda
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Tiang pembaca sistem Electronic Road Pricing (ERP) terpasang di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014). Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menguji coba memasang On Board Unit (OBU) di salah satu mobil untuk melihat kinerja perangkatnya berjalan. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) tidak bisa diberlakukan dalam waktu dekat ini.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut menjelaskan tersendatnya penerapan ERP di Jakarta karena bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah.

"ERP tidak bisa bulan ini. Kita lagi cari celah hukumnya karena bertentangan dengan Perda Retribusi," ucap Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/3/2015).‬

Dikatakan dia, dalam aturan tersebut penarikan retribusi baru diatur tentang retribusi tetap jadi bila ditetapkan Rp 1.000 maka selamanya Rp 1.000.

Sementara untuk ERP mekanisme pemungutan retribusi fleksibel disesuaikan dengan jumlah kendaraan.

Misal volume kendaraan di atas 1 500 kendaraan per jam maka nilai retribusi dinaikkan, apabila kurang dari jumlah tersebut maka retribusi kembali ke harga normal.‬

Untuk itu penerapannya harus memiliki payung hukum sebelumnya meskipun sudah berdiri dua gerbang ERP di kawasan Senayan dan Kuningan untuk uji coba.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita belum pernah ada yang namanya ERP. Tujuan ERP bukan mungut duit sebetulnya, tujuan ERP adalah membatasi jumlah kendaran yang jalan. Retribusi terus dinaikin harganya sampai orang tidak mau lewat," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas