Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemendagri: Belanja Pegawai PNS DKI Tak Wajar

"Belanja pegawai enggak wajar dan enggak profesional. Tekan belanja pegawai, alihkan belanja pelayanan publik, besarkan, pendidikan, kesehatan."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kemendagri: Belanja Pegawai PNS DKI Tak Wajar
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Raydonnyzar Moenek Reydonnyzar Moenek. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri akhirnya mensahkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta, sehingga anggaran yang dipakai tahun ini merujuk pada APBD 2014.

Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Raydonnyzar Moenek mengatakan, setelah mencermati dan mengevaluasi RAPBD DKI 2015, pihaknya menemukan beberapa anggaran yang langsung menyentuh rakyat justru menurun.

"Kami menemukan data dari APBN yang diajukan Rp 67 triliun, sebanyak Rp 19,08 triliun habis untuk belanja pegawai. Sementara belanja peningkatan penanganan banjir justru hanya Rp 5,3 triliun," kata Donny di DPR RI, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, angka terbesar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menganggarkan pembangunan infrastruktur ialah 44,7 persen dari APBD.

"Tapi tahun ini kok belanja pelayanan publik menurun tapi belanja pegawai naik terus," katanya.

Donny menjelaskan untuk anggaran pendidikan RAPBD Pemprov DKI hanya 21 persen tahun ini. Sementara pada tahun 2014 sebesar 25,2 persen. Pihaknya pun terpaksa mencoret angka tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Belanja pegawai enggak wajar dan enggak profesional. Tekan belanja pegawai, alihkan belanja pelayanan publik, besarkan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas