Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dokter Kecantikan Abal-abal Ini Juga Punya Pasien Suntik Kelamin Laki-laki

Menurut AKBP Surawan, pasien yang di rawat di RS Sari Asih itu merupakan seorang laki-laki.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Dokter Kecantikan Abal-abal Ini Juga Punya Pasien Suntik Kelamin Laki-laki
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Hadiningrat menunjukkan tersangka beserta barang bukti saat gelar perkara di Mapolres Jaksel, Selasa (19/5/2015). Polres Jaksel berhasil menangkap pelaku dokter kecantikan ilegal berinisial JS (34) yang diamankan di salah satu mall di Jakarta Selatan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mendalami kasus malpraktek yang diduga dilakukan wanita berinisial JS (37).

Kepada aparat kepolisian, JS mengaku terdapat 15 orang pasien yang mengalami kerusakan di bagian wajah dan tubuh akibat salah suntik cairan kimia silikon.

Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Surawan mengatakan pelaku menjalankan pekerjaannya selama tiga tahun sebagai dokter kecantikan gadungan.

"Pengakuan pelaku 15 orang. Tetapi, yang melapor baru 6 orang ini. Satu orang di RSCM, satu lagi di RS Sari Asih. Dari enam itu, satu laki-laki. Dia suntik kelamin ke JS," tutur AKBP Surawan saat dihubungi, Jumat (22/5/2015).

Menurut AKBP Surawan, pasien yang di rawat di RS Sari Asih itu merupakan seorang laki-laki.

Dia menjalani operasi karena kelaminnya mengalami masalah usai di suntik JS.

Saat melakukan suntik silikon pada JS, korban merogoh kocek senilai Rp 10 jutaan. Namun sekarang, dia terpaksa merogoh kocek sampai Rp 100 jutaan untuk memperbaiki kelaminnya itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"JS bukan soal kecantikan, tetapi menangani kelamin, seperti memperbesar kelamin atau payudara. Bukannya besar malah mengeras. Sekarang di RS mau operasi. Sedang korban di RSCM itu perempuan dan menjalani operasi wajah," ujarnya.

Sampai saat ini, aparat kepolisian menunggu dari masyarakat soal laporannya itu yang menjadi korban.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas