Ahok: Pompa Rusak dan CCTV Mati Saat Underpass Dukuh Atas Banjir
Ahok menjelaskan, genangan terjadi karena ada satu pompa yang rusak.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Genangan air terjadi di underpass Landmark, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menemukan penyebab terjadinya genangan air.
Pria yang akrab disapa Ahok tersebut menjelaskan, genangan terjadi karena ada satu pompa yang rusak.
Kasus itu, ujar Ahok, seperti yang terjadi di Semanggi pada 2013 lalu.
"Semanggi dulu juga pernah tergenang," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).
Seharusnya, kata Ahok, pompa yang ada di dukuh atas itu, otomatis berfungsi saat air sampai di volume tertentu.
Tapi, pada Sabtu (7/11/2015), pompa itu tidak berfungsi karena tersumbat lumpur.
"Pompanya rusak karena ada lumpur," jelas Ahok
Pemerintah Provinsi DKI juga semakin sulit untuk mengetahui kondisi genangan di underpass Landmark, setelah CCTV di sana tiba-tiba mati.
"CCTV itu biasanya yang membantu kita untuk melihat kondisi genangan di sana. Nah kemarin CCTV mati," ucap Mantan Bupati Belitung Timur ini.
Kepala Dinas PU Tata Air, Tri Djoko Margiyanto, menepis bahwa pihaknya tidak siap menangani banjir dan genangan menjelang musim hujan.
Pasalnya, selama ini, pihaknya sudah melakukan pengerukan di beberapa saluran air maupun kali dan sungai.
"Genangan yang terjadi di underpass Landmark, merupakan evaluasi pertama kami untuk menghadapi musim hujan saat ini.
Kami juga sudah cek, kali dan waduk kering. Tapi masalahnya ada di saluran mikro," kata Tri, Minggu (8/11/2015).
Menurut Tri, pada hujan yang terjadi pada Sabtu lalu terdapat 17 titik genangan.
Meskipun, genangan air tidak sampai menggenang berjam-jam. Tri sendiri, menegaskan, pada penanganan banjir tahun ini, hanya bersifat untuk pemeliharaan.
Baca tanpa iklan