Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ahok: Pompa Rusak dan CCTV Mati Saat Underpass Dukuh Atas Banjir

Ahok menjelaskan, genangan terjadi karena ada satu pompa yang rusak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ahok: Pompa Rusak dan CCTV Mati Saat Underpass Dukuh Atas Banjir
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Genangan air terjadi di underpass Landmark, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menemukan penyebab terjadinya genangan air.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut menjelaskan, genangan terjadi karena ada satu pompa yang rusak.

Kasus itu, ujar Ahok, seperti yang terjadi di Semanggi pada 2013 lalu.

"Semanggi dulu juga pernah tergenang," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Seharusnya, kata Ahok, pompa yang ada di dukuh atas itu, otomatis berfungsi saat air sampai di volume tertentu.

Tapi, pada Sabtu (7/11/2015), pompa itu tidak berfungsi karena tersumbat lumpur.

"Pompanya rusak karena ada lumpur," jelas Ahok

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah Provinsi DKI juga semakin sulit untuk mengetahui kondisi genangan di underpass Landmark, setelah CCTV di sana tiba-tiba mati.

"CCTV itu biasanya yang membantu kita untuk melihat kondisi genangan di sana. Nah kemarin CCTV mati," ucap Mantan Bupati Belitung Timur ini.

Kepala Dinas PU Tata Air, Tri Djoko Margiyanto, menepis bahwa pihaknya tidak siap menangani banjir dan genangan menjelang musim hujan.

Pasalnya, selama ini, pihaknya sudah melakukan pengerukan di beberapa saluran air maupun kali dan sungai.

"Genangan yang terjadi di underpass Landmark, merupakan evaluasi pertama kami untuk menghadapi musim hujan saat ini.

Kami juga sudah cek, kali dan waduk kering. Tapi masalahnya ada di saluran mikro," kata Tri, Minggu (8/11/2015).

Menurut Tri, pada hujan yang terjadi pada Sabtu lalu terdapat 17 titik genangan.

Meskipun, genangan air tidak sampai menggenang berjam-jam. Tri sendiri, menegaskan, pada penanganan banjir tahun ini, hanya bersifat untuk pemeliharaan.

Yaitu, pengerukan, pemeliharaan drainase lingkungan, perbaikan pompa, dan lainnya. Pasalnya, untuk penambahan unit pompa dan peninggian turap, terjado gagal lelang.

"Tapi pengaruhnya gagal lelang tidak terlalu banyak terhadap genangan air. Karena setelah saya evaluasi, penambahan pompa itu hanya mampu, mengurangi genangan sekitar setengah sampai satu kubik," katanya.

Untuk pemeliharaan sungai maupun waduk, menurut Tri, dilakukan bersama oleh berbagai pihak.

Baik itu dari pihaknya maupun dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Saat ini kami sedang perbaiki pompa yang ada di lima lokasi untuk hadapi banjir. Salah satunya di Sunter Utara, Pinang, Lagoa, dan Teluk Gong, Jakarta Utara. Kami targetkan Desember selesai," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas