Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Kakek Darsim, 15 Tahun Hidup di Becak

"Setiap hari tidur dan makan di becak ini. Sudah seperti rumah saja buat Aki," ujarnya sambil tersenyum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Kisah Kakek Darsim, 15 Tahun Hidup di Becak
TRIBUNNEWSBOGOR.com
Tukang becak tua mangkal di Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat. 

Meski bicaranya sudah tidak terlalu jelas, namun Daskim tidak pernah mengeluh dan selalu tersenyum.

Becak Daskim sudah dimodifikasi.

Bagian belakang dia pasang atap dari bahan plastik dan tiang bambu.

"Kalau pas hujan atau panas, lumayan bisa nutupin biar nggak kehujanan," ucapnya pelan.

Jarum jam terus berputar, hingga pukul 07.00 WIB, belum satupun penumpang yang naik becak Daskim.

TribunnewsBogor.com, kemudian membelikan sebungkus nasi uduk pria tua itu.

"Nggak usah repot-repot, aki mah biasa makannya nanti siang aja," katanya mencoba menolak secara halus pemberian TribunnewsBogor.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski agak malu, Daskim akhirnya mau menerimanya.

Dengan lahapnya, pria yang tidak memiliki sanak saudara itu pun makan nasi uduk.

Meski hidup seorang diri, Daskim tidak pantang menyerah.

Inilah sosok Pahlawan sesungguhnya.

Tujuh baju, tiga sarung

Daskim (60) tukang becak tua yang mangkal di Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat hanya memiliki tujuh baju dan tiga kain sarung.

Selama 15 tahun, Daskim tinggal di becak karena tidak memiliki tempat tinggal.

"Satu sarung buat salat, yang dua lagi buat sehari-hari dan selimut kalau pas malam hari," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (10/11/2015).

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas