Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Mucikari Kalijodo Pilih Kembali ke Kampung Halaman

Ketika Kalijodo masih ramai, ibu empat orang anak ini, dapat meraup uang sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tiap bulannya.

Penulis: Valdy Arief
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mucikari Kalijodo Pilih Kembali ke Kampung Halaman
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/Taufik Ismail
Salah satu kamar cafe plus-plus di kalijodo sudah ditingali penghuninya, Kamis (18/2/2016). TRIBUNNEWS.COM/Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada hari kedua diberikannya peringatan untuk mengosongkan bangunan bagi penghuni kawasan prostitusi Kalijodo, Jakarta, tampak seorang wanita tua yang sedang merapikan barang miliknya.

Dia mengaku bernama Subadriah (65) dan berasal dari Lumajang, Jawa Timur.

Sehari-hari, Subadriah mencari penghidupan melalui berjualan cemilan dan air mineral di sebuah kios tepi jalan Kalijodo.

Namun, karena tinggal pada tempat para laki-laki hidung belang melampiaskan hasratnya, tidak jarang Subadriah ditanyai cara mencari wanita penghibur.

Hal itu, diakuinya, kerap dia manfaatkan sebagai penghasil uang.

Ketika Kalijodo masih ramai, ibu empat orang anak ini, dapat meraup uang sebesar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tiap bulannya.

"Tapi mulai 2015, cuma dapat Rp 100 ribu per hari," kata Subadriah di kiosnya sambil mengemasi barang-barangnya.

Berita Rekomendasi

Ketika ada seorang laki-laki yang ingin mencari kepuasan birahi, Subadriah akan menawarkan 20 pekerja seks komersil asuhannya.

Setelah, ada yang sesuai keinginan calon pelanggannya, dia akan melakukan negosiasi biaya kencan.

"Kalau ada yang saya lepas Rp 150 ribu, Rp 20 ribu untuk saya, untuk kamar Rp 30 ribu, untuk dia (PSK) Rp 100 ribu," katanya.

Dari seluruh anak asuhnya, Subadriah menyebutkan Dewi yang paling cantik. Perempuan asal Pringsewu, Lampung itu paling sering dipesan langganannya.

Selama puluhan tahun tinggal di Kalijodo, Subadriah telah menyekolahkan seluruh anak hingga dapat bekerja.

Satu di antaranya bekerja sebagai pemandu wisata pada sebuah vila bilangan Bali.

Sedang suaminya, enggan datang ke Kalijodo. Sang suami bekerja sebagai supir bus jurusan Bali-Banyuwangi.

Setelah ada kabar penataan ulang Kalijodo, Subadriah akan kembali ke kampung halamannya.

Namun, dia belum tahu nantinya, caranya mencari penghidupan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas