Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wagub DKI: Masyarakat akan Dikenakan Tarif Rp. 5.000 per Kantong Plastik

Wagub DKI Jakarta mendukung rencana pemerintah untuk menentukan harga untuk satu kantong plastik yang dibawa dari supermarket

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Sanusi
zoom-in Wagub DKI: Masyarakat akan Dikenakan Tarif Rp. 5.000 per Kantong Plastik
Tribun Jabar/Teuku M Guci Syaifudin
Kota Bandung melakukan peresmian uji coba pemberlakuan kantong plastik tidak gratis, Minggu (21/2/2016) pagi. Acara peresmian dilakukan di satu gerai riteler di Jalan Ir Juanda, Kota Bandung, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mendukung rencana pemerintah untuk menentukan harga untuk satu kantong plastik yang dibawa dari supermarket. DKI Jakarta akan menerapkan harga Rp. 5.000 untuk setiap kantongnya.

"Saya telah tawarkan ke perusahaan retail untuk setiap orang yang membawa tas plastik dari mereka, membayar Rp. 5.000 dan mereka setuju," ujarnya saat acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/2/2016).

Jika masyarakat keberatan dengan hal tersebut, lanjut Djarot, maka seyogyanya masyarakat sudah harus membawa tas plastik mereka sendiri dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik.

Hal tersebut, juga akan diterapkan oleh Djarot di setiap pasar tradisional di Jakarta dan akan bekerja sama dengan Pasar Jaya.

Sampah plastik, kata Djarot sudah sangat meresahkan bagi lingkungan di Jakarta, karena sampah tersebut sudah membebani volume sampah yang ada di Jakarta dan secara langsung juga akan berdampak pada banjir di Jakarta.

"Karena plastik sekarang ini betul-betul akan membebani lingkungan hingga 500 tahun mendatang, makanya akan secara bertahap dikurangi. 2016 ini, akan kami terapkan berbayar," kata Djarot.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas