Warga Curiga Terhadap Rumah Anggota Kostrad yang Dirazia
Sejumlah barang bukti ditemukan di rumah Serda Z yang saat razia hendak melarikan diri,
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Rumah empat orang oknum anggota TNI yang digerebek intel dan Polisi Milter Kostrad, Minggu dan Senin, kemarin terletak saling berhadapan di RT 03/07, Kompleks Kostrad, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah Sersan Kepala K, Sersan dua Z, Sersan Mayor S, dan Sersan Mayor E saling berdekatan.
Satu berada di sebelah kiri dan tiga berderet di sebelah kanan jalan yang lebarnya hanya cukup untuk satu mobil. Saat disambangi, rumah yang kesemuanya satu lantai dengan cat putih dan krem tersebut tampak kosong.
Warga yang berdada di dekat rumah tersebut mengaku tidak tahu kemana penghuninya.
Eko salah satu warga komplek yang tinggal di dekat masjid tidak jauh dari rumah anggota TNI yang digerebek tersebut mengetakan hampir setiap akhir pekan rumah ke empat orang tersebut selalu ramai.
Sejumlah orang datang dan beberapa orang diantaranya menggunakan mobil yang terparkir di mulut jalan.
Ia dan beberapa warga lainnya sempat curiga, lantaran mobil yang terparkir tergolong mobil mewah.
"Di sana selalu ramai, saya tidak curiga ketika yang datang anak muda, tapi ketika banyak yang menggunakan mobil mewah, saya mulai curiga," katanya, Rabu (24/2/2016).
Eko mengatakan mereka yang datang ke rumah tersebut kebanyakan bukan warga komplek. Terutama yang bermobil, menurut Eko, wajah mereka jarang terlihat di lingkungannnya.
"Kebanyakan yang datang mukanya asing, ga dikenal," tuturnya.
Eko mengaku tidak terlalu mengenal empat orang yang rumahnya menjadi sasaran razia tersebut. Hanya saja menurutnya ke empatnya tinggal bersama istri dan anaknya di rumah tersebut.
Razia yang dilakukan TNI Kostrad pada minggu siang tersebut membuahkan hasil. Sejumlah barang bukti ditemukan di rumah Serda Z yang saat razia hendak melarikan diri, yakni sabu seberat 8 gram, pil ekstasi, timbangan, dan uang tunai.
Selain itu 14 orang diamankan yakni tiga orang prajurit TNI Kostrad, 5 anggota polisi, dan sisanya warga sipil, termasuk salah satunya anggoat DPR RI Ivan Haz.
Warga Kaget
Kedatangan ratusan PM ke komplek kostrad, pada Minggu (21/2/2016) menurut Eko membuat warga kaget. Warga bertanya-tanya tujuan kedatangan PM tersebut.
"Saya dan lainnya kaget, tiba-tiba datang banyak orang menggunakan seragam PM, saya kira mengamankan anggota yang terlibat perkelahian atau penganiayaan," katanya.
Eko mengaku tidak melihat detil saat anggota PM menggerebek rumah empat orang tersebut. Hanya saja menurutnya penggerebak berlangsung lancar tanpa adanya kegaduhan.
"Hanya ada teriakan teriakan saja, tapi tidak gaduh, tidak ada tembakan juga," katanya.
Setelah mengemankan belasan orang pada razia tersebut, keesokan harinya menurut Eko aparat kembali datang. Tidak hanya PM dan intel kostrad, di hari kedua tersebut terdapat aparat polisi dan BNN.
Pada senin siang itu, warga yang tingal di rumah tersebut di tes urine. termasuk 144 orang prajurit Kostrad. Dari hasil tes urin tiga orang anggota Kostrad postif menggunakan Narkoba. Mereka yakni Sertu AS, Kopka N, dan Kopka B.
Perumahan Bebas Akses
Eko tidak menampik jika lingkungan tempat tinggalnya bebas akses, meskipun namanya perumahan Kostrad, namun tidak ada penjagaan atau pemeriksaan khusus masuk ke dalam perumahan.
"Ya itu dia, di sini itu sama kaya perumahan lainnya, siapa saja bisa masuk, bahkan angkot trayeknya melewati jalan perumahan," tuturnya.
Pantauan Tribunnews, banyak akses ke rumah empat orang yang digerebek tersebut. Selain masuk melaui pintu RT 03 yang letaknya dekat dengan alfamart, 1 Kilometer dari pintu masuk komplek, juga dapat dilalui dari jalan Dharma Putra IV yang berada di dalam perumahan. Warga kebanyakan tertutup dan enggan berkomentar dengan razia tersebut. Mereka mengaku tidak tahu dengan kejadian tersebut.