Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SDIT Al Huda Kelapa Gading Didik Siswanya Hafal dan Bisa Terjemahkan Alquran

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) mulai mengembangkan dunia pendidikan, tidak hanya sebatas pendidikan dasar umum.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in SDIT Al Huda Kelapa Gading Didik Siswanya Hafal dan Bisa Terjemahkan Alquran
ISTIMEWA
Launching Tamyiz SDIT A Huda, di Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (9/4/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) mulai mengembangkan dunia pendidikan, tidak hanya sebatas pendidikan dasar umum.

Kini, sudah mulai mencetak anak-anak didik mereka bisa hafal sekaligus menterjemahkan Alquran (Hafiz Quran).

Konsep SDIT baru ini diharapkan anak didik pada saat lulus nanti bisa menghafal sekaligus menterjemahkan Alquran.

Konsep inilah yang sekarang diterapkan dan pertama kali di Jakarta oleh SDIT Al Huda Kelapa Gading Jakarta Utara.

"Kita sudah mengembangkan suatu pendidikan dimana diharapkan anak didik ini ketika lulus dari SD bisa menguasai Alquran, bahkan bisa menterjemahkan Al quran." kata Haris Bobiho Ketua Yayasan Al Huda dalam acara Launching Tamyiz SDIT A Huda, di Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu (9/4/2016).

Menurut Haris, Ini meruapakan konsep baru yang sudah dirintis dan In Shaa Allah sudah dibuktikan di beberapa tempat dan hari ini diperkenalkan sistem ini ke masyarakat.

"Sistem pembelajarannya memfungsikan otak kiri dan otak kanan. Kemudian proses belajarnya bukan klasikal atau tidak hanya di kelas, tetapi bisa di dalam masjid, bisa di Taman," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pendekatan belajarnya supaya anak-anak tetap ceria dan nyaman dalam belajarnya. Sehingga mereka dalam belajar itu tidak tegang." ujar Haris Bobiho yang juga menjabat wakil ketua DPRD Jawa Barat.

Untuk pendidikannya sendiri, kata dia, akan. Dikategorikan dalam dua tahap yaitu kelas 1 sampai 3 itu penedekatannya sama dengan Taman Kanak-Kanak.

Kemudian, setelah mereka bisa membaca Quran, Tahap 2 yaitu mengenalkan terjemahannya yaitu pada kelas 4 sampai 6.

"Kalau SDIT yang lain mereka hanya menghafal jus amma, tetapi disini ada program Nahwu Shorof dan menterjemahkan Alquran. Nahwu Shorof itu adalah ilmu alat untuk memahami Al quran. Di Jakarta baru SDIT Al Huda." kata dia.

Menurut Haris, pada prinsipnya program pendidikan di SDIT tetap mengacu pada program pendidikan nasional yaitu kurikulum 2013, seperti ada juga program IT, bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Ekstra kurikuler juga ada taekwondo, futsal dan lainnya, termasuk kegiatan outbound. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, sudah di konsep juga program studi banding ke sekolah-sekolah teladan dan unggulan nasional.

"Saya merintis yayasan ini sejak tahun 1980, dan ternyata pendidikan anak muslim itu tidak sekedar belajar pengetahuan umum, tetapi mereka harus mampu menguasai Alquran. Untuk siswa sendiri cukup 2 kelas, 1 kelas 20 orang supaya efektif." ujar Haris.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas