Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buru Pelaku Mutilasi, Krishna Murti Minta Bantuan Pengguna Facebook

Polisi sudah mengantungi identitas pembunuh wanita hamil di Cikupa, Tangerang, Banten.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rendy Sadikin
zoom-in Buru Pelaku Mutilasi, Krishna Murti Minta Bantuan Pengguna Facebook
Warta Kota/Banu Adikara
Polisi mengevakuasi korban mutilasi di kontrakan korban di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (13/4) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi sudah mengantungi identitas pembunuh wanita hamil di Cikupa, Tangerang, Banten.

Kini, polisi tengah memburu AG, pria yang diduga membantai lalu memutilasi wanita tersebut secara sadis.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti ikut andil dalam perburuan tersebut.

Selain di dunia nyata, Krishna melakukan perburuan di dunia maya melalui akun Facebook miliknya.

Alasannya, menurut Krishna, media sosial merupakan salah satu media yang cukup efektif untuk pencarian buronan.

"Ini korban mutilasi Cikupa dan terduga pelaku an AG. Barang siapa melihat pelaku tlg hubungi 081703066789
Mohon maaf saya terpaksa menyebarkan lewat medsos, karena ini salah satu sarana media yg cukup efektif saat ini ‪#‎Turnbackcrime_id‬," tulis Krishna di akun Facebook miliknya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak hanya menulis status, Krishna pun mengunggah foto korban mutilasi dan pria yang diduga melakukan pembunuhan.

Di foto itu tertera tulisan, "Foto korban dan pelaku mutilasi di Cikupa. Barangkali ada yang tahu keluarga korban atau melihat pelaku berkeliaran laporkan pada pihak berwajib."

Disiksa dan dimutilasi

Perempuan hamil yang dimutilasi di Cikupa, Tangerang, diduga disiksa sebelum tewas dibunuh dan dimutilasi.

Hal ini diketahui dari hasil autopsi korban.

"Hasil otopsi jelas itu dibunuh, kepalanya luka, tubuhnya dipotong-potong, bayinya mati, kaki kanan dan kiri terpotong, tangan kanan dan kiri terpotong. Dugaannya ada kekerasan sebelum meninggal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti.

Polisi belum dapat memastikan identitas korban.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas