Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gubernur Ideal untuk Jakarta versi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Untuk memperbaiki kondisi Jakarta ke arah yang lebih baik, dibutuhkan sosok kepemimpinan yang ideal

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rachmat Hidayat
zoom-in Gubernur Ideal untuk Jakarta versi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Ustaz Yusuf Mansyur (pakai kopiah) dalam diskusi politik mencari gubernur DKI yang ideal yang diselenggarakan oleh Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) di Jakarta, Kamis (22/4/2016) malam. 

"Lihat jakarta jangan siang saja. Tapi malam banyak orang yang tidur di emperan. Di balik Gemerlapnya gedung tinggi masih masyarakat tidur dan makan apa adanya," jelasnya.

Menurutnya permasalahan sosial ini harus menjadi perhatian utama bagi siapapun yang menjadi gubernur dan DPRD.

Andi pun menyesalkan Gubernur DKI Jakarta saat ini lebih suka membantu orang kaya dengan berbagai mega proyeknya. Padahal seharusnya pembangunan harus seirama antara pengusaha besar dengan rakyat kecil.

Melihat hal tersebut ia menilai bahwa Ahok bukanlah sosok yang ideal menjadi gubernur DKI jakarta.

"Pak ahok terlalu jauh ideal sebagai sosok guberur. Kita membutuhkan yang ramah dan sejuk.
Yang mencintai masyarakatnya. Bukan penguasa yang suka menggusur seperti zaman kompeni," jelasnya.

Politisi perempuan Partai demokrat ini mengajak warga Jakarta untuk memilih gubernur yang memanusiakan manusia.

Yusuf Mansur mengatakan bahwa ia punya jurus untuk mengurangi kemacetan dan sekaligud meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta. Yusuf Mansur mempunyai konsep semua sekolah di Jakarta harus menjadi Boarding School atau diasramakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan demikian, ini akan mengurangi kemacaten sebab tidak ada lalu lintas drop-in dan drop out. Konsep ini juga akan meniadakan pelajar yang keluyuran dan tawuran.

"Disana anak bisa dididik menjadi manusia yang cerdas. Disana mereka akan diajarkan berbabagi bahasa untuk menghadapi persaingan global, mendapatkan pembinaan moral. Sehingga di pelajar di sekolah akan zero tauran dan kenakalan remaja lainnya," kata Yusuf Mansur.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas