Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kritik Lewat Facebook, Ahok Beberkan Dosa Rustam Effendi

"Cuma, orang ini memang aktivis, sekolah politik, jadi bagi saya ini berpolitik. Cuma untung saja dia punya Gubernur, aku mah nggak pedulilah lu mau b

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kritik Lewat Facebook, Ahok Beberkan Dosa Rustam Effendi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berikan keterangan kepada para awak media, mengenai pengarahan para lurah untuk memelihara uang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kerap mempermasalahkan kinerja Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi.

Apalagi seusai Rustam mencurahkan perasaannya di akun Facebook-nya.
Ahok membeberkan apa saja dosa-dosa Rustam selama bekerja menjadi Wali Kota Jakarta Utara.

"Bagi saya mau curhat seratus kali kek, mau seribu kali kek, ya kalian nilai sendiri saja."

"Cuma, orang ini memang aktivis, sekolah politik, jadi bagi saya ini berpolitik. Cuma untung saja dia punya Gubernur, aku mah nggak pedulilah lu mau berpolitik, yang penting kerjaan beres," kata Ahok, di Lapangan IRTI, Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2016).

Satu kesalahan yang pernah dilakukan Rustam yaitu saat kasus banjir di Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

"KBN itu di Cakung-Cilincing, saya bilang itu nggak mungkin tenggelam. Pasti ada yang nyumbatin saluran karena laut nggak pasang. Dia bilang laut pasang nggak turun. Saya panggil dia, saya bilang, hei kamu jangan terlalu banyak main-main politik loh saya bilang," cerita Ahok.

Selain itu, kesalahan lainnya saat Rustam membela Lurah Warakas.
Kata Ahok, terdapat banyak sampah di depan kantor Lurah tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya bilang nih terlalu jorok, depan kantor lurah aja kalinya penuh sampah. Saya bilang tolong lurahnya diingetin. Jangan dibela-belain. Jangan bikin kubu-kubuan yang nggak seneng mau dikeluarin, saya ingetin terus," katanya.

Apalagi, lanjutnya, saat kasus pembongkaran kawasan Kalijodo.

Saat itu Rustam enggan mengeluarkan Surat Peringatan 1.

Termasuk saat pembongkaran Pasar Ikan, dimana, Rustam menyebut bahwa pemukiman tersebut memiliki sertifikat.

"Pasar ikan, dia ngotot ga mau bongkar, dia bilang ada sertifikat. Saya panggil lurah, camat, PD Pasar Jaya. Dia nggak mau bongkar. Orang aset Pasar Jaya kok. Pasar Jaya kios dibuat rumah, ya jelas dong kita beresin. Dia juga nggak mau bergerak," katanya.

Banjir Pademangan

Tak hanya sampai disitu, Ahok juga bercerita masalah saat banjir menggenangi wilayah Pademangan.

Saat itu Rustam mengatakan, bahwa saat itu roba sedang naik.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas