Pemuda Tewas Dianiaya Pakai Bambu 1 Meter
Gerindra Argapaty (18) tewas setelah dianiaya MR (17). Insiden itu terjadi di depan Gereja Bait Benayah Jalan Pulomas Utara
Penulis:
Glery Lazuardi
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerindra Argapaty (18) tewas setelah dianiaya MR (17). Insiden itu terjadi di depan Gereja Bait Benayah Jalan Pulomas Utara pada Sabtu (23/4) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno, mengatakan penganiayaan bermula saat korban bersama temannya, Regga Dwinanta (23) sedang duduk bersama di Jalan Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat.
"Pelaku datang bersama temannya menggunakan sepeda motor. Pelaku langsung memukul dan menendang di bagian wajah dan kepala korban," tutur Suyatno kepada wartawan, Senin (25/4/2016).
Berselang beberapa waktu kemudian, dua orang teman pelaku datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Kedua teman pelaku mengajak pelaku dan korban menyelesaikan permasalahan di depan Gereja Bait Benayah Jalan Pulo Mas Utara.
"Di TKP kedua, pelaku melakukan pemukulan dan menendang kembali korban yang mengakibatkan luka berdarah di bagian kepala," kata dia.
Lalu, korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, namun nyawa tak tertolong. Korban dianiaya menggunakan sebuah bambu panjang 1 meter yang bernoda darah.
Setelah dilakukan penyelidikan, aparat kepolisian menangkap pelaku MR di tempat kediamanya Jalan Cempaka Putih Tengah Rt. 3/5 Kelurahan Cempaka Putih Timur Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu siang.
Untuk sementara, pelaku mendekam di ruang tahanan Mapolsek Cempaka Putih. Dia disangkakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan seorang meninggal dunia.