Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Keluh Warga Pasar Ikan: Kami Dikejar Aparat Seperti Anak Ayam

Catur, seorang warga Pasar Ikan, menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat melangsungkan penertiban tidak lagi memperdulikan Hak Asasi Manusia war

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Keluh Warga Pasar Ikan: Kami Dikejar Aparat Seperti Anak Ayam
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Anggota DPR RI Komisi I Tantowi Yahya saat berdialog dengan warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Catur, seorang warga Pasar Ikan, menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat melangsungkan penertiban tidak lagi memperdulikan Hak Asasi Manusia warganya.

Dia bercerita bagaimana warga Pasar Ikan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, dikejutkan dengan adanya penertiban tanpa pemberitahuan atau sosialisasi.

Hal itu tidak selaras dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

"Penggusuran tidak berpacu pada Undang-Undang karena tidak ada dialog. Tidak ada keadilan. Ambil rumah susun itu bukan karena ingin, tapi dimob (paksa)," keluh Catur di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/5/2016).

Catur juga menyesalkan dengan sikap aparat yang tidak memanusiakan manusia saat berlangsungnya penertiban.

Bahkan, beberapa warga dalam kondisi tidak siap saat huniannya hendak dirobohkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu masih ada warga yang sedang tidur hingga sedang berdzikir saat proses pembongkaran.

"Ditaruh turap, dia taruh polisi dan militer. Kebohongan publik, bahwa aparat cuma 4.200, tapi yang dikerahkan 6.000 pasukan. Kita dikejar seperti anak ayam. Manusia yang lagi dzikir juga ditarik," kata Catur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas