Tribun

Nekat, WW Edarkan 540 Gram Sabu di Rumah

Seorang tersangka berinisial WW (32) kurir sabu berikut barang bukti sebanyak 540 gram berhasil diamankan

Editor: Hendra Gunawan
Nekat, WW Edarkan 540 Gram Sabu di Rumah
Warta Kota/Dwi Rizki
Barang bukti sabu yang berhasil disita polisi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengungkapan kasus peredaran narkoba jenis sabu kembali dilakukan jajaran Polsek Kembangan.

Kali ini, seorang tersangka berinisial WW (32) kurir sabu berikut barang bukti sebanyak 540 gram berhasil diamankan pada Kamis (19/5/2016) siang.

Penangkapan kurir sabu tersebut diungkapkan Kapolsek Kembangan, Kompol Imam bermula dari laporan masyarakat yang merasa curiga atas ramainya aktivitas di rumah tersangka di Jalan Lingkungan III RT 02/03 Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Bermodalkan informasi tersebut, pihaknya menerjunkan tim buru sergap (buser) Polsek Kembangan untuk melakukan pengintaian di rumah tersangka pada Selasa (10/5/2016) pada sekira pukul 14.00 WIB.

Dugaan rupanya terbukti benar, pihaknya yang melakukan penangkapan dan menggeledah pada pakaian tersangka menemukan satu paket sabu.

Penggeledahan pun dilanjutkan di rumah tersangka, pihaknya kembali menemukan enam paket sabu berukuran besar yang disembunyikan dalam brankas di dalam kamar tersangka.

"Awalnya tersangka tidak mau membuka brangkas karena lupa nomornya, tapi anggota tidak percaya. Setelah diminta, tersangka akhirnya mau buka (brangkas-red), benar saja di dalam ada enam bungkus sabu dengan berat setengah kilogram lengkap dengan timbangan dan plastik klip kecil," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya kemudian membawa WW berikut barang bukti diantaranya, sabu seberat 540 gram, satu buah timbangan elektrik, sebuah brankas dan ponsel yang digunakan sebagai alat transaksi.

WW dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara.

"Berdasarkan keterangan tersangka, dia hanya berperan sebagai kurir dan mendapat pekerjaan dari SS, DPO (Dalam Pencarian Orang-red) saat ini. Pekerjaan itu sudah dijalaninya selama tiga bulan dan mendapatkan bayaran Rp 1 juta sekali pengiriman. Kasus ini masih kami dalami," tutupnya. (Dwi Rizki)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas