Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Partai Golkar Wajib Menangkan Ahok di Pilkada

Dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus mengalir untuk mendukungnya di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Partai Golkar Wajib Menangkan Ahok di Pilkada
/
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berikan sambutan acara peresmian Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tahap II di Jl. Pasir, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016). Dalam sambutannya, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, bahwa fungsi utama RPTRA adalah sebagai sarana berkumpul para warga. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus mengalir untuk mendukungnya di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Setelah Nasdem dan Hanura, kini bertambah lagi Partai Golkar.

Ketua (Plt) DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Yorrys Raweyai‎ mengatakan, pihaknya telah melakukan pertimbangan dan kajian mendalam sebelum putuskan dukung Ahok.

Namun, Ahok saat ini belum memutuskan apakah akan maju dari perseorangan atau partai.

"Kita memberikan dukungan ke Ahok dan punya kewajiban memenangkannya. Untuk sikap Ahok apakah independen atau lewat parpol kita serahkan ke Ahok," kata Yorrys di Hotel Fairmount, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

‎Menurut Yorrys, pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan partai politik yang terlebih dahulu menyatakan mendukung Ahok, seperti Nasdem dan Hanura.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan Teman Ahok, kata Yorrys, pihaknya juga telah menjalin komunikasi sebelum menyatakan dukungan.
"Ini (mendukung Ahok) keputusan DPP dan tinggal diumumkan di Musda. Mudah-mudahan ini bisa memberikan arti sendiri bagi Golkar dan bangsa dalam Pilgub yang akan datang," ujarnya.

Masih kata Yorrys, ‎proses mendukung Ahok ini sudah agak terlambat dibanding dengan parpol lainnya.

Keterlambatan mendukung Ahok itu dikarenakan masalah internal partai berlambang pohon beringun itu yakni dualismee kepengurusan.

"‎Proses dukungan ini terlambat. Kita punya masalah internal dan pembenahan pengurus DKI akibat meninggal. Sehingga baru selesai Munaslub dan konsolidasi," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas