Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ibunda Eno Menangis Sesekali Menutup Telinga Dengar Putusan Hakim

Mahfudoh, ibunda Eno Parihah (19), korban pembunuhan sadis di Tangerang, menangis sepanjang sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ibunda Eno Menangis Sesekali Menutup Telinga Dengar Putusan Hakim
Warta Kota/Banu Adikara
Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang Kamis (16/6) menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun kepada RA (16), remaja pembunuh Eno Parihah (19). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahfudoh, ibunda Eno Parihah (19), korban pembunuhan sadis di Tangerang, menangis sepanjang sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (16/6/2016) siang.

Sidang bergendakan pembacakan vonis terhadap RA (16), remaja pembunuh Eno.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Mahfudoh yang mengenakan kerudung hitam duduk di baris paling depan ruang sidang.

Ditemani beberapa kerabat wanita, Mahfudoh hanya menunduk sepanjang sidang sambil mendengar Ketua Majelis Hakim, RA Suharni membacakan rangkaian putusan.

Matanya sembap akibat air mata.

Sesekali, Mahfudoh menutup telinganya rapat-rapat dengan kedua tangannya setiap bacaan putusan memasuki bagian kronologi pembunuhan Eno yang sangat sadis itu.

Kerabat yang menemani sesekali menepuk pundak Mahfudoh.

Rekomendasi Untuk Anda

Pembacaan putusan juga membuat beberapa yang hadir di ruang sidang mengernyitkan dahi dengan ekspresi wajah tercengang.

Bahkan seorang petugas pengadilan bahkan menangis saat mendengar bagaimana Eno dibunuh.

Penulis: Banu Adikara

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas