Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Semua Rencana Pernikahan Hancur, Tapi Seburuk-buruknya Dia Tetap Anak Saya'

"saya sudah nyebar undangan, sudah urus yang masak-masak untuk pengantin, jadi semua rencana hancur. Walaupun begitu, seburuk-buruknya anak saya,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yurike Budiman
Editor: Adi Suhendi
zoom-in 'Semua Rencana Pernikahan Hancur, Tapi Seburuk-buruknya Dia Tetap Anak Saya'
Tribunnews.com/ Yurike Budiman
Tersangka penganiayaan yang menikah di mushola Polsek Pademangan, Jumat (22/7/2016) didampingi ibunya, dan juga kedua orang tua mempelai perempuan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yurike Budiman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suarsih (46) bersedih. Ia menyaksikan anaknya menikah di kantor polisi.

Suarsih adalah ibunda Sahroni, tersangka penganiayaan.

Undangan pernikahan sudah disebar jauh hari sebelumnya.

Pas pada hari H, Sahroni rupanya masih mendekam di tahanan polisi.

Status Sahroni adalah tersangka penganiayaan.

 "Saya sedih karena ini di luar rencana," ujar Suarsih kepada Tribunnews.com di samping Sahroni, Jumat (22/7/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi mengizinkan Sahroni menikah di Mushola Polsek Pademangan, Jakarta Utara.

"Sekarang saya sudah nyebar undangan, sudah urus yang masak-masak untuk pengantin, jadi semua rencana hancur," katanya.

"Walaupun begitu, seburuk-buruknya anak saya dia tetap anak saya," ia menambahkan.

Sahroni disangka melakukan penganiayaan yang dilakukan bersama empat rekannya saat malam takbiran, Rabu (6/7/2016), di Pintu II PRJ, Kemayoran, Jakarta.

Sahroni kini mendekam di tahanan Polsek Pademangan.

Ia akhirnya menikah dengan Dian (19).

Mereka sudah berpacaran selama delapan tahun.

"Rencana ingin nikahkan di rumah hari ini. Saya mau batalkan nikah tapi kata penghulunya, tidak boleh," tutur Suarsih.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas