Hasil Survei: Ahok. Risma, dan Ridwan Kamil Kalibernya Sama
Kapabilitas atau kemampuan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai masih di atas angin dibandingkan para pesaingnya dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Ja
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapabilitas atau kemampuan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai masih di atas angin dibandingkan para pesaingnya dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.
Ada enam ukuran kapabilitas, yakni visioner, intelektualitas, governability, kemampuan politik, kemampuan komunikasi politik, dan kepemimpinan.
Berdasarkan survei "Opinion Leader" Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), dari ketujuh aspek itu, Ahok masih unggul dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.
Nilai Ahok dalam visioner 8,1, intelektualitas 8,0, governability 7,9, kemampuan politik 8,20, kemampuan komunikasi politik 7,4, dan kepemimpinan 7,17.
Dari keenam itu maka nilai kapabilitas Ahok 7,87.
Sedangkan Risma dalam visioner 7,4, intelektualitas 7,8, governability 8,0, kemampuan politik 8,05, kemampuan komunikasi politik 7,7, dan kepemimpinan 7,77. Kapabilitas Risma 7,77.
Ridwan Kamil visioner 7,6, intelektualitas 7,9, governability 7,7, kemampuan politik 7,72, kemampuan komunikasi politik 7,9, kepemimpinan 7,71. Kapabilitasnya 7,74.
Skor kapabilitas enam kandidat lainnya, yakni Sandiaga Uno 6,14, Djarot Saiful Hidayat 6,03, Suyoto 5,91, Yoyok Riyo Sudibyo 5,83, Sjafrie Sjamsoeddin 5,60, dan yang terakhir Yusril Ihza Mahendra 5,43.
"Ahok, Risma, dan Ridwan Kamil kalibernya sama. Kalau ibarat pemain sepak bola itu, Cristiano Ronaldo sama Lionel Messi," ucap Ketua Lab Psikologi Politik UI Hamdi Muluk di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).
Hamdi mengatakan skor kapabilitas tak akan berubah bila para tokoh tak tersangkut kasus.
Terutama bagi Ahok, Risma dan Ridwan Kamil.
"Kalau saya, kalau tak ada hal betul-betul luar biasa tersangka publik langsung runtuh. Kang Emil tersangka, Ahok atau pun Risma, itu langsung runtuh," kata Hamdi.
Dalam survei ini dilakukan dua tahap, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Opinion Leader.
Survei melibatkan 215 pakar dari pelbagai bidang, yakni Akademisi, Pengamat Politik, Pakar Manajemen, Pers, LSM Perkotaan, Tokoh Masyarakat, Konsultan Politik, Profesional, Tokoh Muda, Pebisnis, dan Pegawai Negeri.
Mereka diminta untuk menilai sembilan orang tokoh yang telah dipilih melalui FGD sebelum survei Opinion Leader.
Sembilan tokoh itu, yakni Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Bupati Bojonegoro Suyoto, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, dan Yusril Ihza Mahendra.
Dari 215 responden, data yang dapat diolah kemudian menjadi acuan berjumlah 206.
Responden berpartisipasi melalui wawancara tatap muka, telepon, dan online.
Saat memaparkan hasil survei, Hamdi Muluk didampingi Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Hugo Pareira.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.