Yusril: Pemimpin Harus Amanah Jangan Gunakan Otak Penjajah
"Tanggung jawab kepada warganya. Pemimpin harus adil. Otaknya, jangan gunakan otak penjajah,"
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyoroti penertiban yang kerap dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Yusril mengatakan penertiban harus mengedepankan kemanusiaan.
Pemimpin, ucap Yusril, harus amanah dan adil.
"Tanggung jawab kepada warganya. Pemimpin harus adil. Otaknya, jangan gunakan otak penjajah," ujar Yusril di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (28/8/2016).
Menurutnya cara-cara penggusuran seperti zaman penjajahan sudah ditinggalkan sejak lama.
Yusril menyebut penertiban harus mengedepankan dialog dan hukum, bukan pendekatan penguasa.
"Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa, perpindahan penduduk secara paksa itu melanggar hak masyarakat. Harus secara manusiawi memberikan kehormatan kepada masyarakat," kata Yusril.
Minggu (28/8/2016), Duta Yusril dideklarasikan sebagai relawan yang mendukung Yusril dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.
Saat mendeklarasikan dukungan, para relawan menyambut Yusril dengan kesenian palang pintu khas Betawi.
Koordinator utama relawan Dukung Yusril Untuk Jakarta (Duta) Yusril Ferry Noor membacakan deklarasi dukungan kepada Yusril.
"Kami Duta Yusril yang terdiri dari elemen organisasi di wilayah DKI dengan ini menyatakan siap mendukung dan memenangkan Yusril sebagai Gubernur periode 2017-2022," ujar Ferry.
Baca tanpa iklan