Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Warga: Tinggal di Rusun Rawa Bebek Enak Tapi Kami Tak Bisa Menabung

Di dalam kamar warga diberi fasilitas tempat tidur, meja, lemari, dan dua kamar mandi dalam.

Warga: Tinggal di Rusun Rawa Bebek Enak Tapi Kami Tak Bisa Menabung
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Bus sekolah tengah meninggalkan kawasan Rusun Rawa Bebek di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (17/9/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walaupun mengalami sejumlah penolakan, Rumah Susun (Rusun) Rawa Bebek di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur telah membuat warga baru merasa nyaman.

Deby (30) mengatakan kondisi kamar 4 kali 6 meter yang ditempatinya lebih nyaman dibandingkan dengan rumah sebelumnya di kawasan Krukut, Tamansari, Jakarta Barat.

Di dalam kamar warga diberi fasilitas tempat tidur, meja, lemari, dan dua kamar mandi dalam.

"Lebih bersih lebih nyaman pokoknya. Air bersih lancar, sudah ada bus sekolah dan transjakarta juga," ujarnya saat ditemui di Rusun Rawa Bebek, Sabtu (17/9/2016).

Namun ibu dua orang anak ini mengeluhkan biaya sewa di Rusun Rawa Bebek memberatkan pendapatan suaminya yang hanya seorang tukang ojek.

Untuk sewa kamar per bulan, Deby yang menempati Blok E Rusun Raea Bebek ditarik biaya Rp 300 ribu.

"Yang mahal bayar air, bulan ini sampai Rp 71 ribu. Listrik kita atur sendiri karena pakai token. Saya sehari bisa habis Rp 50 ribu untuk sangu anak-anak sekolah dan masak. Pendapatan suami sangat mepet sampai tidak sempat menabung," katanya.

Deby juga mengeluhkan fasilitas bus sekolah untuk anak dan bus transjakarta yang jarak keberangkatannya terlalu lama.

"Bus sekolah sudah berangkat jam 05.00 WIB, terlalu pagi, harus antar pakai motor, kasihan anak-anak kalau terlalu pagi di sekolah," ujarnya.

"Begitu juga dengan bus transjakarta yang berangkatnya satu jam sekali, terlalu lama. Harus pakai motor mau ke mana-mana apalagi di sini daerahnya sepi. Harus keluar biaya bensin lagi," kata Deby.

Namun ia juga bersyukur karena proses kepindahan sekolah anaknya dari Krukut ke sekolah di Pulo Gebang dibantu oleh pihak pengelola Rusun Rawa Bebek.

"Proses kepindahan mudah, pihak pengelola sangat membantu. Jadi kami tidak perlu pusing," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas