Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hani yang Mencicipi Kopi Mirna Kok Tidak Meninggal

Sementara itu, pernyataan dokter mengiyakan Hani minum kopi serta keterangan BAP menyebut Hani minum kopi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Hani yang Mencicipi Kopi Mirna Kok Tidak Meninggal
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Terdakwa Jessica Kumala Wongso didampingi kuasa hukumnya Otto Hasibuan saat mendengarkan keterangan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016). Sidang yang ke 19 ini, masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terjadi perbedaan pendapat mengenai Boen Juwita alias Hani yang mencicipi atau minum es Kopi Vietnam di Cafe Olivier Grand Indonesia pada Rabu (6/1/2016).

Hakim anggota, Binsar Gultom, merasa perlu menyamakan persepsi mengenai apa yang dilakukan teman satu kampus Wayan Mirna Salihin di Billy Blue Collage itu.
 
"Dicatatan saya Hani mencicipi sedangkan penasehat hukum mengatakan meminum. Ini kan satu sumber, kita harus samakan persepsi dulu," ujar Binsar di sidang kasus pembunuhan Mirna di PN Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016).

Namun, Otto Hasibuan, penasehat hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, berpendapat berbeda.

Menurut dia, Hani mengaku mencicipi kopi dan tidak melepeh saat bersaksi di sidang itu pada beberapa waktu lalu. Sementara itu, pernyataan dokter mengiyakan Hani minum kopi serta keterangan BAP menyebut Hani minum kopi.

"Pertama saat Hani di sidang dia bilang mencicipi kopi dan tidak melepehnya lalu pernyataan dokter juga yang mengiyakan Hani meminum kopi serta keterangan BAP yang menyebutkan Hani minum kopi," kata Otto.

Melihat ada perdebatan itu, Edi Darmawan Salihin, orang tua Mirna, meminta supaya Hani dipanggil ke persidangan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hani panggil," teriak Darmawan menanggapi

Sebelumnya, ahli patologi forensik dari Australia, Richard Byron Collins, berpendapat ada tiga kemungkinan mengapa Hani tidak keracunan sianida.

Pertama, jumlah sianida di kopi sedikit sehingga tidak ada gejala. Kedua, tidak ada sianida di kopi. Ketiga, korban meninggal karena alasan lain.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas