Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Elektabilitas Ahok Tergerus karena Tinggalkan Jalur Perseorangan

71,2 persen di antaranya menginginkan Ahok maju melalui jalur perseorangan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Elektabilitas Ahok Tergerus karena Tinggalkan Jalur Perseorangan
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Menteri Urusan Perdagangan Uni Eropa asal Swedia, Ann Linde meresmikan bus TransJakarta ramah lingkungan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elektabilitas bakal calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menunjukkan penurunan.

Direktur Eksekutif Lembaga Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun, menjelaskan, elektabilitas Ahok pada September 2016 pada angka 34,2 persen.

"Pada Desember 2015, elektabilitas Ahok 50,0 persen. Kemudian pada Februari 2016, elektabilitas turun menjadi 46,0 persen, turun kembali menjadi 38,9 persen pada April 2016 dan menjadi 34,2 persen pada September," kata Rico, di Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).

Dia mengungkapkan, penurunan elektabilitas Ahok disebabkan karena dia memilih tidak maju melalui jalur perseorangan pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dari 100 persen pemilih Ahok, 71,2 persen di antaranya menginginkan Ahok maju melalui jalur perseorangan.

Kemudian 23,1 persen responden mendukung Ahok maju melalui jalur partai politik.

"Karakteristik pemilih Ahok ingin agar Ahok terbebas parpol. Ini lampu kuning bagi tim sukses Ahok, karena elektabilitasnya tergerus terus," kata Rico.

Rekomendasi Untuk Anda

Ada sebanyak 500 responden sampel yang mengikuti survei ini, dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan pada 26 September-1 Oktober 2016.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan jender.(Kurnia Sari Aziza)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas