Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Bus Listrik Berhenti di Lenteng Agung
Motor hancur, pengendara tewas seketika usai tabrak bus listrik berhenti di Lenteng Agung. Polisi sebut kelalaian jadi penyebab fatal.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Motor menghantam bus listrik berhenti di Lenteng Agung, benturan keras bikin pengendara tewas seketika.
- Korban 58 tahun asal Depok tewas di lokasi, motor hancur, bus hanya rusak ringan.
- Polisi sebut kelalaian dan kurang konsentrasi jadi penyebab, imbau masyarakat hati-hati di jalur padat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026) pagi.
Seorang pengendara sepeda motor bernama Mohammad Nuur (58) meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang bus listrik yang tengah berhenti di halte depan Stasiun Lenteng Agung.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.
“Pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut,” ujar Ojo dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (17/4/2026).
Korban diketahui merupakan warga Cilodong, Depok, yang saat kejadian mengendarai sepeda motor Honda Stylo bernomor polisi B-4969-EEX.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat bus listrik BYD bernomor polisi B-7002-SGX yang dikemudikan Tedi (29) sedang berhenti di halte penumpang.
Di waktu bersamaan, korban melaju dari arah utara menuju selatan. Namun diduga kurang konsentrasi, korban tidak dapat menghindari bus yang sedang berhenti dan menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
“Diduga pengendara sepeda motor kurang hati-hati dan kurang konsentrasi,” kata Ojo.
Baca juga: Bukan Cuma Rp 95 Juta, KPK Sita Dokumen Rahasia Bupati Tulungagung!
Benturan keras menyebabkan sepeda motor korban mengalami kerusakan parah di bagian depan. Sementara itu, bus hanya mengalami kerusakan ringan di bagian belakang.
Dua saksi di lokasi, yakni Achmad Fahri dan Amrin Zuqron, telah dimintai keterangan oleh petugas.
Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dengan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan dan dokumen terkait.
Dalam analisis awal, kepolisian menduga faktor kelalaian menjadi penyebab kecelakaan.
“Diduga kedua pengemudi kurang hati-hati dan konsentrasi,” ujar Ojo.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
Ojo juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur padat seperti kawasan Lenteng Agung yang memiliki aktivitas tinggi di sekitar halte dan stasiun.
“Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan