Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dimas Kanjeng Bagi Santri adalah Tokoh Panutan dan Mahaguru

Saat itu, para santri sempat berupaya mencegah polisi menangkap pimpinan mereka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Dimas Kanjeng Bagi Santri adalah Tokoh Panutan dan Mahaguru
handout
Dimas Kanjeng Taat Pribadi saat prosesi pelantikan sebagai Sri Prabu Rajasa Nagara. 

TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO - Masih teringat jelas, suasana penggerebekan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 22 September lalu.

Ribuan polisi bersenjata lengkap dan mengenakan rompi anti-peluru turun dari truk polisi. Kendaraan barakuda, mobil taktis, dan water canon disiagakan.

Saat itu, para santri sempat berupaya mencegah polisi menangkap pimpinan mereka.

Beberapa saat kemudian, polisi keluar membawa Taat Pribadi, pimpinan padepokan, yang akhirnya ditemukan di sekitar masjid padepokan.

Keesokan harinya, para santri sempat menghalangi pembongkaran portal oleh polisi.

Pasca-penangkapan, sekitar 242 santri bertahan di padepokan beralas dan beratap terpal dengan bambu menjadi tiangnya.

Panas dan hujan tak membuat mereka beranjak dari padepokan. Macam-macam alasan mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya serahkan uang Rp 10 juta. Saya ikhlas, uang saya digunakan padepokan untuk kebaikan. Anggap saja amal jariyah saja. Saya tidak menuntut uang kembali,” katanya.

Seorang santri lainnya asal Jawa Barat malah mengaku hanya ingin ibadah dan menghabiskan waktu luangnya di padepokan.

Dia mengaku dengan berada di padepokan, hidupnya lebih tenang dan bisa mengamalkan kebaikan melalui uang yang dia sumbangkankan ke Padepokan.

“Tak ada mahar. Saya ikhlas sedekah, supaya bisa digunakan Maha Guru untuk sosial,” ujar mantan pegawai BUMN ini.

Sementara itu, santri asal Lampung mengaku terpaksa tinggal di tenda Padepokan karena sudah kehabisan bekal untuk pulang.

“Kami makan seadanya. Kami masih menunggu kiriman dari saudara agar bisa pulang,” ujarnya.

Mahaguru yang dermawan

Seorang santri mengatakan, hingga hari ini, Jumat (7/10/2016), aktivitas di padepokan berlangsung seperti biasa sambil menunggu kelanjutan kasus Dimas Kanjeng yang ditahan Polda Jatim.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas