Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebelum Serang Polisi, Sultan Sempat Terlibat Adu Mulut Usai Tempel Stiker ISIS

Sebelum menyerang secara membabi-buta, Sultan Aziansyah (21) ternyata sempat terlibat adu mulut terlebih dahulu dengan petugas polisi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sebelum Serang Polisi, Sultan Sempat Terlibat Adu Mulut Usai Tempel Stiker ISIS
TRIBUN/IRWAN RISMAWAN
Tanda ISIS ditempelkan di pos Polisi yang menjadi lokasi penyerangan dengan senjata tajam terhadap anggota Kepolisian di Cikokol, Tangerang, Banten, Kamis (20/10/2016). Seorang pelaku teror melakukan penusukan terhadap Kapolsek Tangerang dan dua anggota satlantas Polres Tangerang yang sedang bertugas. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum menyerang secara membabi-buta, Sultan Aziansyah (21) ternyata sempat terlibat adu mulut terlebih dahulu dengan petugas polisi.

Cekcok tersebut dikarenakan Sultan menempelkan stiker pada dinding pos polisi yang belakangan diketahui simbol ISIS.

Hal itu dituturkan Khamid pedagang minuman di kawasan komplek pendidikan Cikokol, Tangerang, Kamis (20/10/2016).

"Awalnya dia naik motor gitu, terus turun di dekat pos polisi, lalu nempelin sesuatu," katanya kepada Tribunnews.com.

Petugas yang berada di dalam pos kemudian menanyakan maksud Sultan menempelkan stiker.

Selain itu menurut Khamid petugas juga tampak menanyakan identitas pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

"Waktu ditanya gitu‎, tiba-tiba nyerang ke polisi," katanya.

Seorang petugas menurut Khamid tampak mencoba menenangkan Sultan dengan menurunkan kedua tangannya ke bawah.

Entah kenapa, menurut Khamid, tidak lama berselang terdengar letusan sebanyak tiga kali.

"Saya kaget waktu mendengar itu dan tidak berani mendekat, apalagi orang yang ditembak tersebut terlihat masih bergerak," katanya.

Saksi lain, Wildan yang berprofesi sebagai tukang ojek mengatakan tidak menyangka akan ada penyerangan di Pos polisi.

Ia menyangka pelaku yang ditembak tersebut mendekati pos polisi untuk menanyakan jalan.

"Saya juga kaget, kirain mau nanya jalan terus ditanya surat-surat akhirnya berantem," katanya di lokasi.

‎Ia baru mengetahui jika orang yang menyerang polisi tersebut hendak bertindak jahat, setelah terdengar bunyi tembakan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas