Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

'Orang Pintar' Panggil Penunggu Kali Ciliwung Untuk Temukan Jasad Sutaryat

Tak lama, raga perempuan itu dirasuki sosok jin yang konon penunggu Kali Ciliwung.

'Orang Pintar' Panggil Penunggu Kali Ciliwung Untuk Temukan Jasad Sutaryat
Warta Kota/Feryanto Hadi
Seorang wanita sedang memediasi penunggu kali Ciliwung untuk mengetahui di mana letak jasad Ajad Sutaryat yang hilang di kali tersebut sejak Minggu (30/10/2016) pagi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Seorang warga hilang secara misterius saat berenang Kali Ciliwung, tepatnya di kawasan RT01/05 Kampung Gedong, Condet, Jakarta Timur, Minggu (30/10/2016) sekitar pukul 07:00 wib.

Lelaki yang diketahui bernama Ajad Sutaryat (48) sebelumnya bermaksud menyeberangi kali Ciliwung dari wilayahnya di Kampung Gedong menuju ke kampung seberang.

Petugas SAR dari Damkar Jakarta Timur begitu mendapatkan laporan segera turun ke lokasi. Namun, hingga pukul 13.30, Ajad belum ditemukan.

Warga pun mencari cara lain menemukan tubuh Ajad yakni dengan menggali keterangan dari makhluk halus penunggu kali di kawasan itu.

Prosesi itu dilakukan di bantaran kali, tepat di lokasi Ajad mulai berenang. Seorang perempuan paruh baya yang dikenal sebagai 'orang pintar' menjadi mediator.

Tak lama, raga perempuan itu dirasuki sosok jin yang konon penunggu Kali Ciliwung. Beberapa warga segera menanyakan di mana keberadaan Ajad.

Sebelum menjawab, jin yang merasuki tubuh perempuan itu meminta rokok dan minuman kopi.

Makhluk itu juga meminta untuk mengusir puluhan warga yang sedang melihat proses mediasi itu.

Sementara itu, anak kedua korban, Linawati (15) menuturkan, ia melihat langsung proses hilangnya sang ayah, sejak ayahnya melepas baju kemudian mulai berenang ke tengah kali.

"Dia bisa berenang. Saya melihat ayah berenang ke tengah," kata Linawati kepada Warta Kota di lokasi.

Arus Ciliwung saat itu, kata Lina, cukup deras. Ayahnya sempat terseret arus sekitar sepuluh meter. Tetapi, Lina melihat sang ayah masih bisa berenang.

"Sampai akhirnya ayah saya minta tolong. Dia seperti sedang diseret sesuatu ke dalam. Tak lama, ayah saya sudah tidak kelihatan," jelasnya. (Feryanto Hadi)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas