Soal Pernyataan SBY, Pengamat: Analisa Intelijen Bukan Seperti Rumor Warung Kopi
"Kalau itu badan intelijen resmi, laporan hanya untuk user, dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tidak boleh bocor,"
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Adi Suhendi
"Kalau model-model yang seperti itu tentu bukan analisa resmi. Derajat validitasnya juga harus dipertimbangkan lagi," katanya.
Ridlwan mengapresiasi pernyataan SBY yang menyebut aparat harus netral.
"Itu tepat sekali, Kapolri harus netral dan yang saya baca di media Kapolri sudah menyatakan itu dan Presiden Jokowi juga tidak intervensi, " jelasnya.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat, SBY menyikapi aksi demo 4 November 2016.
Hal itu disampaikan SBY dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016).
"Kalau ada info atau analisis intelijen seperti itu, saya kira berbahaya menuduh seseorang, kalangan, parpol, melakukan seperti itu," kata SBY.
Dalam jumpa pers tersebut, SBY tidak menyebut siapa pihak yang dituduh menggerakkan aksi tersebut.
Meski demikian, dia menganggap informasi tersebut fitnah.
"Pertama, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kedua, menghina, rakyat bukan kelompok bayaran," kata SBY.
"Memfitnah atas nama analisis intelijen sekaligus menghina. Kita tahu Arab Spring mulai dari Mesir, Libya, Tunisia, dan Yaman itu tidak ada dikatakan penggeraknya," lanjutnya.
"Yang komandoi media sosial. Itulah era sekarang ini. Jadi, jangan tiba-tiba simpulkan ini yang menggerakkan, ini yang mendanai," tambahnya.