Teman Semasa Kecil Sebut Wandi Alias Abu Sama Jadi Aneh Sejak Lima Tahu Lalu
Ketua RT setempat, menceritakan bahwa tim Densus 88 menemukan sebuah dokumen formulir pendaftaran pengajian bernama Fi'ah saat menggeledah rumah
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wandi Supandi alias Abu Sama (39) yang diringkus tim Densus 88, berubah sikapnya sejak 5 tahun lalu.
Dia ditangkap di sebuah gerai Indomaret di dekat rumahnya, Jumat (18/11) sekitar pukul 10.00.
Baru kemudian rumahnya di Kampung Pangkalan, RT 1/7, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat digeledah petugas.
Berdasarkan cerita rekannya semasa kecil, Wandi pria biasa disana.
Orangnya baik dan kalem dan tidak pernah berbuat aneh-aneh.
Tapi semuanya berubah sejak ia bekerja di sebuah pabrik kabel bernama Sukako di kawasan Semanan, tak jauh dari rumahnya.
"Sekitar lima tahun lalu lah dia jadi aneh," kata Amin Hidayat (38), seorang rekan Wandi kepada Wartakotalive.com, siang tadi.
Sejak itu Wandi mengubah gaya berpakaiannya dengan selalu mengenakan jubah.
"Kalau janggutnya memang sudah panjang sejak dulu," ujar Amin.
Kemudian sekitar 3 tahun lalu Wandi keluar dari pekerjaannya di pabrik kabel Sukako.
Dia memilih berjualan kaus kaki.
Sejak itu pula dia jadi punya sikap aneh setiap hari raya Islam.
"Sudah tiga tahun ini saya tak pernah ketemu dia saat Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha," kata Amin.
Setiap hari raya Wandi jadi tak pernah di rumah.
"Paling saya hanya ketemu istrinya saja. Kalau ditanya, kata istrinya Wandi sedang ikut pengajian entah dimana," ucap Amin.
Sementara Supriatna (45), ketua RT setempat, menceritakan bahwa tim Densus 88 menemukan sebuah dokumen formulir pendaftaran pengajian bernama Fi'ah saat menggeledah rumah Wandi selama dua jam.
Baca tanpa iklan