Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Ahok Adu Mulut Gara-gara Ada Oknum Pejabat Coba Memeras Rp 200 Juta

Lourda mengadu ke Ahok, dia diperas oleh oknum pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ahok Adu Mulut Gara-gara Ada Oknum Pejabat Coba Memeras Rp 200 Juta
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Calon pasangan cagub-cawagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama saat menerima pengaduan dari warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). Ahok menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota setiap pagi dari Senin hingga Jumat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Lourda Hutagalung (60), seorang pengusaha wanita di kosmetik di Jalan Perjuangan, Jakarta Barat, panas dan adu mulut dengan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Lourda mengadu ke Ahok, dia diperas oleh oknum pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lourda yang telah menjalani bisnis kosmetik selama 20 tahun itu, mengaku kaget.

Sebab, pada 2017 nanti ada perubahan peruntukan di tempat usahanya. Yang tadinya, diperkenankan untuk berbisnis, tapi tak diperkenankan lagi. Tak lama berselang, oknum pejabat meminta Rp 200 juta agar, bisnisnya 'diamankan'.

"Kami diminta beberapa ratus juta," ujar dia di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016).

Menanggapi keluhan Louda, awalnya Ahok merespon dengan tenang. Kemudian, Ahok menyarankan, agar adanya praktik pemerasan itu, direkam menggunakan kamera. Sehingga ada bukti pemerasan.

Sebab, ucap Ahok, banyak oknum yang mengubah peta peruntukan untuk memeras pengusaha. Sampai saat ini, Inspektorat DKI masih mencari siapa saja oknum tersebut.

Kemudian, Ahok menuding Lourda seakan ingin menyogok. Lourda membantah pernyataan Ahok. Adu mulut keduanya pun tak terelakan. Satu sama lain tak ada yang mengalah dengam argumennya.

Nada Ahok pun meninggi. Ahok heran, kenapa Lourda baru melaporkannya saat dia tengah cuti sebagai gubernur DKI Jakarta. Karena tak ada yang bisa dilakukannya, untuk menindaklanjuti laporan Lourda, hingga dia masuk kembali pada 15 Februari 2017.

"Sekarang saya tanya, apakah urusan ibu akan beres dengan sogok uang kasih ke mereka? Kalau saya enggak kasih izin untuk beresin?" tanya Ahok.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas