Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tim Sukses Ahok-Djarot Raup Rp 18 Miliar Dana Sumbangan Kampanye

"Kalau biasanya dana kampanye itu diberikan oleh pihak-pihak tertentu, dalam program ini, dana kampanye berasal dari warga."

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Tim Sukses Ahok-Djarot Raup Rp 18 Miliar Dana Sumbangan Kampanye
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberikan sambutan di hadapan relawan BaDja Darma saat melakukan pengajian bersama di Radio Dalam, Jakarta, Selasa (6/12/2016). Dalam sambutannya Djarot menekankan pentingnya keadilan sosial diterapkan di Jakarta dengan sistem subsidi silang, yakni dengan cara yang kaya membantu yang kurang mampu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berterima kasih kepada seluruh pendukung atas sumbangan dana kampanye yang sejauh ini telah terkumpul sebanyak Rp 18 miliar.

Berdasarkan data yang diperoleh dari situs www.ahokdjarot.id, hingga 6 Desember 2016, dana sumbangan itu berasal dari lebih dari 4.000 orang penyumbang. 

"Melalui program Kampanye Rakyat, bersama Pak Djarot, kami akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada rakyat dalam masa kepemimpinan kami selanjutnya," kata Basuki, Kamis (8/12/2016).

Menurut Ahok, penggalangan dana kampanye melalui program Kampanye Rakyat itu berbeda dengan pelaksanaan kampanye yang biasa dilakukan di Indonesia.

"Kalau biasanya dana kampanye itu diberikan oleh pihak-pihak tertentu, dalam program ini, dana kampanye berasal dari warga. Saya yakin, kalau kita jujur, kerja betul, rakyat pasti akan dukung, bahkan rela keluar uang," ujar Ahok.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarra Djarot Saiful Hidayat menyatakan, dana yang sudah terkumpul itu kemudian akan digunakan untuk membiayai kampanye Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Program kampanye rakyat ini merupakan bentuk pendidikan politik, sekaligus bertujuan menghapus paradigma bahwa untuk menjadi kontestan di pilkada itu diperlukan biaya yang mahal," tutur Djarot.

Rekomendasi Untuk Anda

Senada dengan Ahok, mantan Wali Kota Blitar itu pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pendukung atas kepercayaannya kepada Ahok-Djarot untuk kembali memimpin Kota Jakarta.

"Ini adalah bentuk gotong royong. Kami tidak pernah menghitung-hitung berapa nilai yang disumbangkan sebab yang paling penting adalah nilai gotong royong dan keikhlasan dari masyarakat," ungkap Djarot.

Sumber: Antara
 

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas