Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bambang Widjojanto: Politik Dinasti Salah Satu Sumber Akar Korupsi

Mantan Komisoner KPK, Bambang Widjojanto menilai sikap koruptif ‎berakar dari politik dinasti.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Bambang Widjojanto: Politik Dinasti Salah Satu Sumber Akar Korupsi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisoner KPK, Bambang Widjojanto (BW) menilai sikap koruptif ‎berakar dari politik dinasti.

Dan politk dinansti menurutnya dekat dengan olgarki dan politik kartel.

Hal tersebut disampaikan BW dalam acara peringatan hari antikorupsi, di posko pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Cicurug, Menteng, Jakarta, Jumat (9/12/2016).

‎"Politik dinasti adalah salah satu sumber akar korupsi. ‎ Oligarki itu berteman dengan poltik dinasti. Dan disitu ada poltik kartel yang bersekutu juga," katanya.

Baca: Bambang Widjojanto: Memanipulasi Pencitraan, Itu Juga Koruptif

Menurut BW, agar pemerintahan tidak menjadi oligarki maka dalam kerja dan kebjakannya harus didedikasikan kepada warga.

Mulai dari pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya hingga menekan biaya hidup masyarakat seringan mungkin.

Selama ini di Jakarta, BW menilai pemerintahan belum mendedikasikannya kepada masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Selama ini kita dikepung oleh oligarki, politik kartel dan dinasti," katanya.

BW kembali mengkritisi kinerja pemerintahan sekarang.

Menurutnya, Jakarta telah memiliki 17 gubernur.

Namun, masih ada sekitar 400 ribu yang orang miskin di Jakarta.

"Masih ada kesenjangan sosial yang dua tahun ini (indeksnya) semakin meningkat dari 0,41 menjadi 0,44," katanya.

BW yang kini menjadi juru bicara dan anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Anies-Sandi itu juga mengatakan jika penyerapan anggaran di DKI Jakarta masih termasuk yang terendah.

"Penyerapan anggaran pemerintah DKI selama satu-dua tahun terakhir termasuk nomor 5 di rangking terbawah," kata BW.

Oleh karenanya menurut BW program pengembangan 200 ribu wira usaha baru di Jakarta yang dicetuskan oleh pasangan Anies-Sandi sangat tepat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas