Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hilang Dua Hari, Bocah Perempuan Ditemukan Mengemis di PGC

Seorang bocah perempuan tunawicara berusia sekitar enam tahun, ditemukan sedang mengemis di kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC) oleh Petugas P3S.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Hilang Dua Hari, Bocah Perempuan Ditemukan Mengemis di PGC
Warta Kota/Bintang Pradewo
Anak-anak mengemis terjaring razia di Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang bocah perempuan tunawicara berusia sekitar enam tahun, ditemukan sedang mengemis di kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC) oleh Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Benny Martha, mengatakan anak tersebut ditemukan Minggu (25/12/2016) kemarin.

Benny mengatakan, bocah perempuan itu tidak bisa diajak berkomunikasi, sehingga tidak diketahui keberadaan orang tuanya.

"Ternyata kami dapat info di grup Whatssapp petugas P3S ada anak hilang. Ciri-cirinya sama persis, maka saat di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 kami pertemukan dahulu dengan orang tuanya," kata Benny kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/12/2016).

Benny mengatakan, ayah sang anak mengaku putrinya dibawa pergi oleh pria yang tidak dikenal, saat kedua orang tuanya sedang salat Subuh dua hari lalu.

"Ketika ditemukan petugas P3S, kondisinya menyedihkan. Pakaiannya kotor, compang-camping, dan badannya kotor," kata Benny.

Rekomendasi Untuk Anda

Petugas lalu memberinya makan dan minum, karena ia terlihat haus dan lapar. Pihaknya tidak mengetahui sudah berapa lama ia tidak makan dan minum.

"Saat orang tuanya menjemput anak itu di panti, mereka terharu karena gembira bisa bertemu lagi dengan anaknya. Kami sebagai petugas pun ikut senang," kata Benny.

Benny berpesan kepada orang tua untuk lebih berhati-hati dan menjaga anaknya supaya jangan sampai dibawa orang tak dikenal atau pergi sendiri tanpa pengawasan.

"Karena sudah banyak kasus anak-anak yang dibawa itu dijadikan pengemis, diambil organ tubuhnya, dan dieksploitasi," kata Benny.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas