Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Ramlan ke Temannya Sebelum Ditembak Polisi

Ramlan tewas didor polisi karena tersangkut kasus perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) yang menewaskan enam orang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
zoom-in Pengakuan Ramlan ke Temannya Sebelum Ditembak Polisi
Wartakota/Istimewa
Salah seorang pelaku pembunuhan yang berhasil diciduk polisi. 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Jaspen Purba rekan sesama sopir angkutan umum K11 mengatakan Ramlan Butarbutar tidak menarik angkot dengan alasan begadang.

"Dia telepon saya pukul 07.00 WIB tadi pagi. Dia bilang, enggak mau narik soalnya semalam begadang. Makanya saya ke sini tadi pagi," jelasnya saat ditemui di lokasi penangkapan, Rawalumbu, Bekasi, Rabu (28/12/2016).

Jaspen mengaku saat mengambil kunci angkot, dirinya sempat melihat ada dua orang lainnya bersama Ramlan berada di kontrakan.

Namun, dia tidak mengerti siapa saja kedua teman Ramlan tersebut.

Karena sepengetahuan dirinya selama ini, Ramlan hanya ditemani istrinya yang sedang bekerja.

"Setahu saya sih sama istrinya. Tadi saya ketemu dua orang di dalam kontrakan, tapi enggak kenal mereka siapa," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, jaspen mengaku sempat berbincang dengan Ramlan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau sama Ramlannya sih saya ngobrol, tapi sama temannya saya tidak tahu, saya enggak kenal juga sama mereka," ucap Jaspen.

Ramlan tewas didor polisi karena tersangkut kasus perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) yang menewaskan enam orang. (Tribunnews.com/Amriyono Prakoso)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas