Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Begitu Asap Mulai Tebal Saya Lompat ke Laut, Penumpang Juga Ikutan Lompat'

Kebakaran terjadi ketika kapal berada sekira 1 mil laut dari Pelabuhan Muara Angke. Sebanyak 23 orang penumpang tewas, 17 orang luka-luka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 'Begitu Asap Mulai Tebal Saya Lompat ke Laut, Penumpang Juga Ikutan Lompat'
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Kapal Zahro Express tiba di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017). Kapal yang kurang lebih mengangkut 200 penumpang itu, terlihat dalam kondisi gosong. TRIBUNNEWS.COM/DENNIS DESTRYAWAN 

"Saya duduk di lantai atas, di bawah masih banyak rekan saya yang ikut terjebak," ujar Wisnu.

Kapal Liar
Kepala Pengelola kapal tradisional Pelabuhan muara Angke, Bayu Setia, mengatakan Zahro Express ini merupakan kapal liar.

Selain tidak mengetahui jumlah dan nama penumpang, pihaknya tidak mendapat informasi dari pengelola Zahro Express soal jadwal dan tiket.

"Kami tidak tahu menahu soal ini," ujar Bayu.

Ketika tiba di Pelabuhan Muara Angke, Kapal Zahro Express dalam kondisi gosong.

Petugas gabungan dari Basarnas, Polri, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, serta Pemadam Kebakaran, kemudian melakukan menyisir kapal itu.

Dalam penyisiran ditemukan sejumlah jenazah dalam kondisi gosong. Jenazah ditemukan di bawah puing-puing kapal.
Selain jenazah, petugas juga mencari benda-benda lain di tengah tumpukan puing.

Rekomendasi Untuk Anda

Kapal Zahro Express berkapasitas 253 penumpang itu terbakar sekira pukul 08.30 WIB.

Saat Zahro Express terbakar, kapten kapal justru menyelamatkan diri terlebih dulu.

"Kapten kapal nyebur (ke laut) duluan, loncat," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Satriadi Gunawan.

Kapten kapal berada paling dekat dari lokasi sumber kebakaran pertama.

Diduga, awal mula kebakaran berada di aki, tepatnya di sebelah bawah bagian depan kapal.

Seharusnya kapten kapal paling belakang menyelamatkan diri. Ia seharusnya memerintahkan para penumpang menyelamatkan diri terlebih dulu.

Satriadi menjelaskan, hubungan arus pendek listrik di titik bawah bagian depan itu kemudian menyebar dan memanjang.

Api kemudian melalap seisi kapal itu sehingga para penumpang berhamburan.

"Para penumpang merasakan panas terlebih dahulu, baru kemudian kepanikan terjadi," kata Satriadi menirukan penjelasan korban selamat.

Kapal itu berpendingin udara (AC). Aki digunakan untuk mendinginkan udara.

"Aki terletak di bawah, bagian depan," kata Satriadi. (tribunnetwork/den/gle/wah)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas