Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tim DVI Berhasil Identifikasi Tiga Jenazah Terakhir Korban KM Zahro Express

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi tiga jenazah terakhir korban terbakarnya kapal KM Zahro Express.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tim DVI Berhasil Identifikasi Tiga Jenazah Terakhir Korban KM Zahro Express
Tribunnews.com/ Abdul Qodir
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi tiga jenazah terakhir korban terbakarnya kapal KM Zahro Express, Jumat (6/1/2017). Ketiganya teridentifikasi sebagai Arfiana (20), Eti Kurniati (22) dan Ani Maryani. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi tiga jenazah terakhir korban terbakarnya kapal KM Zahro Express.

Ketiganya teridentifikasi sebagai Arfiana (20), Eti Kurniati (22) dan Ani Maryani.

Demikian disampaikan Kepala Intalasi Kedokteran Forensik, Edy Purnomo, dalam serah terima jenazah di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (6/1/2017).

Dijelaskannya, Arfiana berusia 20 tahun, bekerja sebagai sebagai baby sitter dari korban yang sebelumnya teridentifikasi, Tjung Kho Lie (60).

Keduanya beralamat di Jalan Kura Nomor 33, Pejagalan, Teluk Gong, Jakarta Utara.

Korban Eti Kurniati berusia 22 tahun adalah mahasiswi IPB, dan beralamat di Kawakilan 2, Desa Pasarean, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, Ani Maryani berusia 30 tahun berasal dari Ciawi, Bogor, tapi tinggal di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketiga jenazah teridentifikasi berdasarkan kesesuaian data primer berupa rekam gigi dan pencocokkan Deoxyribonucleic Acid (DNA).

Data sekunder berupa rekam medis, ciri fisik dan properti juga menunjukkan kesesuaian.

Properti yang ditemukan di jenazah Ani Maryani adalah arloji, cincin kawin dan hijab.

Edy mengakui ketiga jenazah baru bisa teridentifikasi belakangan karena fisik jenazah mengalami luka bakar 100 persen dan minimnya data ante-mortem dari pihak keluarga.

Karena itu, dilakukan pencocokkan DNA.

Ketiga jenazah langsung diserahterimakan pihak rumah sakit kepada keluarga untuk dimakamkan usai pengumuman identifikasi tersebut.

Tangisan keluarga korban menyelimuti prosesi serah terima jenazah.

"Kami berharap keluarga korban ikhlas dan sabar. Semoga korban mendapatkan khusnul khotimah dan diterima semua amal baiknya," ucap Edy.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas