Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Ahok: Kamu Kira Tidak Banyak Air Mata Kalau Banjir?

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebut penggusuran dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi banjir.

Ahok: Kamu Kira Tidak Banyak Air Mata Kalau Banjir?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyampaikan sambutan saat menghadiri silaturahmi dengan Relawan Nusantara (RelaNU) di Kuningan, Jakarta, Minggu (15/1/2017). Acara yang diikuti ratusan peserta RelaNU itu juga untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebut penggusuran dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi banjir.

Ahok mengatakan, penggusuran dilakukan di atas bangunan yang berdiri di daerah aliran sungai.

Penggusuran demi menormalisasi sungai.

Warga yang rumahnya digusur, direlokasi ke rumah susun.

Ahok meyakini, warga yang direlokasi akan terhindar dari penyakit tuberkulosis, dan terhindar dari banjir.

"Mana lebih kejam? Membiarkan rakyat tenggelam terus berpenyakit, ada ancaman meninggal anak jatuh ke sungai, atau membiarkan orang banjir begitu rugi banyak?" ucap Ahok di Jalan Taman Patra X, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017).

Baca: Kata Anies, Dosen dan Guru Tersinggung Gara-gara Ucapan Ahok yang Ini

Baca: Ini Perhitungan Jawa Ala Nusron yang Menangkan Ahok-Djarot di Pilkada DKI

Baca: Ahok Tanggapi Keinginan Anies Izinkan Kegiatan Keagamaan di Monas

Ahok menengarai, warga yang kebanjiran akan mengalami banyak kerugian, dari aspek kesehatan, keselamatan, termasuk perekonomian.

Diyakininya, akan lebih banyak air mata jika warga didiamkan hingga kebanjiran dan pemerintah tak ambil tindakan untuk menormalisasi sungai.

"Kamu kira enggak banyak air mata kalau banjir? Banyak. Saya yakin, kalau Jakarta banjir, lebih banyak air mata yang orang meninggal karena kena TBC, jatuh dari rumah, itu lebih banyak air mata daripada memindahkan orang ke rumah susun lebih baik," ujar Ahok.

Ahok mencontohkan, kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri yang langganan banjir.

Terutama saat hujan deras mengguyur, dan Bendung Katulampa siaga satu.

Ahok sebut banyak orang yang meninggal karena tersengat listrik atau tenggelam.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas