Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Geram, Prabowo Cerita Mengenai Pimpinan Lembaga Survei yang Punya Mobil Mercedez

Menurutnya ada lembaga survei yang tidak profesional dan hanya berorientasi pada uang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
zoom-in Geram, Prabowo Cerita Mengenai Pimpinan Lembaga Survei yang Punya Mobil Mercedez
Akhdi Martin Pratama
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengunjungi kawasan Kampung Aquarium, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto geram dengan sejumlah lembaga survei yang melakukan riset mengenai elektabilitas pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Prabowo menilai lembaga survei tersebut tidak objektif dan memanipulasi kondisi sebenarnya mengenai tingkat keterpilihan pasangan calon di Pilkada yang akan berlangsung 15 Februari 2017 tersebut.

‎"Hai kau tukang poling, yang katanya ahli-ahli, jangan kau pakai keahlianmu untuk menipu rakyat demi kamu kaya," ujar Prabowo di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, (22 /1/2017) .

Kegeraman Prabowo tersebut bukan tanpa alasan. Mantan Danjen Kopassus tersebut pernah berhubungan dengan lembaga survei sehingga dapat menilai jika terdapat lembaga survei yang tidak profesional dan hanya berorientasi pada uang. Hanya, Prabowo enggan menyebutkan nama lembaga survei tersebut.

‎"Orang poling itu, saya enggak sebut namanya deh, mereka kan enggak banyak ya, si ini si ini. Ada yang datang ke sini, pakai (mobil) Mercedez S Class. Tukang poling (punya) Mercedez. Gue yang kontrak saja enggak punya Mercedez. Anda paham?," ungkap Prabowo.

Prabowo meminta lembaga survei profesional dalam kinerjanya karena berhubungan dengan masa depan suatu kawasan atau bangsa.

Rekomendasi Untuk Anda

Lembaga survei dapat menempatkan diri pada posisi yang baik dalam demokrasi di Indonesia. Bukan sebaliknya, merusak kedaulatan rakyat dan menjadi alat propaganda seperti yang terjadi sekarang.

‎"Jadi saya anggap mereka-mereka itu alat propaganda, mau mencuci otak rakyat. Akal-akalan itu menurut saya," pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas