Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolda Metro Jaya Tinjau Pengamanan Debat Kandidat Pilkada DKI

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan meninjau pengamanan jelang debat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kapolda Metro Jaya Tinjau Pengamanan Debat Kandidat Pilkada DKI
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Brimob diturunkan untuk mengamankan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta di Hotel Bidakara Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan meninjau pengamanan jelang debat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta menyelenggarakan debat kandidat kedua di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Iriawan memastikan jalannya debat aman.

Dengan mengenakan batik cokelat, Iriawan meninjau pengamanan di sekitar lokasi.

Baca: Begini Latihan Sandiaga Uno Agar Rileks Ikut Debat

Iriawan menegaskan, meski durasi debat ditambah 30 menit, pihak kepolisian siap mengamankan jalannya debat.

Diketahui, debat kedua ini, berlangsung pada pukul 20.00-22.00 WIB malam ini.

"Meskipun ada penambahan waktu 30 menit, enggak masalah buat kami. Penambahan berapapun kami akan amankan," ucap Iriawan di Hotel Bidakara, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Kepolisian menurunkan 2.600 personel gabungan, dari polisi wanita, sabhara, brimob, dan gegana.

Pengamanan dilakukan dengan pola empat ring.

Baca: SBY dan Megawati Tamu VVIP Debat Nanti Malam

Untuk pengamanan di dalam gedung, tempat berlangsung debat, polisi wanita akan jadi pembatas pendukung antar pasangan calon.

Terdapat 300 pendukung di dalam gedung, masing-masing 100 pendukung untuk tiap-tiap pasangan calon.

"Termasuk di luar massa yang akan datang berikan dukungan. Kita sudah melakukan pembagian pembatas-pembatas," ucap Iriawan.

Sementara untuk rekayasa lalu lintas masih situasional.

Iriawan menjelaskan, bila kemacetan terjadi, pihak kepolisian baru melakukan rekayasa lalu lintas.

"Kita lihat perkembangan arus yang ada, yang masuk ke sini," tutur Iriawan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas