Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pendukung Ahok Sebut Masyarakat Jakarta Tak Terpengaruh Kampanye Hitam

Partai NasDem menilai hasil survei Litbang Kompas membuktikan masyarakat Jakarta sudah sangat cerdas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pendukung Ahok Sebut Masyarakat Jakarta Tak Terpengaruh Kampanye Hitam
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menyapa simpatisan saat konser Gue 2 di Lapangan Ex Driving Range, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2/2017). Konser yang diikuti sejumlah seniman dan budayawan itu sekaligus menjadi kampanye akbar Basuki-Djarot. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem menilai hasil survei Litbang Kompas membuktikan masyarakat Jakarta sudah sangat cerdas.

Survei tersebut menempatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Syaiful Hidayat di posisi pertama.

Ketua DPP NasDem Irma Suryani menuturkan masyarakat telah merasakan kinerja Ahok-Djarot dalam membangun ibukota.

Baca: Tanggapi Survei Kompas, Anies: Ibarat Naik Gunung

Baca: Sikapi Hasil Survei Litbang Kompas, Gerindra: Suara Ahok Akan Hancur di Wilayah Jakarta Utara

Warga Jakarta, kata Irma, juga sangat memahami Bhineka Tunggal Ika.

"Sehingga kampanye-kampanye hitam dan intimidasi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab tidak mampu mempengaruhi pilihan," kata Irma melalui pesan singkat, Kamis (9/2/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana optimis masyarakat Jakarta cerdas dalam menentukan pilihan.

"Jadi berbagai masalah yang tidak relevan dengan masalah pembangunan yang kemudian digunakan untuk menyudutkan Ahok tidak akan mempan," kata Dadang.

Dadang nenuturkan masyarakat Jakarta melihat Ahok sebagai sosok yang bisa bekerja, tegas dan cepat. Menurutnya, sosok tersebut dibutuhkan untuk mengatasi persoalan Jakarta yang rumit.

"Atas dasar itulah loyalitas pemilih Jakarta sulit digoyahkan," imbuh Dadang.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, hasil survei yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan dua DKI Jakarta Agus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meningkat.

Apabila pada survei 7-15 Desember 2016 elektabilitas pasangan calon ini 33 persen, kali ini menjadi 36,2 persen.

Survei terbaru Litbang Kompas ini dilakukan pada 28 Januari-4 Februari 2017.

Dibandingkan dengan kedua pasangan calon lain, responden yang memilih Ahok-Djarot relatif terjaga loyalitasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas