Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Teriak 'Hidup Ahok' Sambil Mabuk, Iwan Disebut Kafir Dikeroyok Hingga Bonyok

Iwan (43) dikeroyok massa karena berteriak "Hidup Ahok" di depan rumah warga Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Teriak 'Hidup Ahok' Sambil Mabuk, Iwan Disebut Kafir Dikeroyok Hingga Bonyok
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Iwan (43) dikeroyok massa karena berteriak "Hidup Ahok" di depan rumah warga Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat, Senin (13/3/2017) malam.

Seusai minum alkohol sekitar pukul 22.00 WIB, Iwan melintas di depan rumah seorang warga bernama Nena Zaenab (58) Jalan Kali Anyar 3 RT 9 RW 1 Tambora, Jakarta Barat. Iwan pun berteriak tanpa alasan yang jelas.

"Korban (Iwan) teriak, 'Hidup Ahok'. Sehingga membuat Ibu Zaenab kaget," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius melalui keterangan yang diterima, Selasa (14/3/2017).

Dengan spontan, Zaenab mengucap makian terhadap Iwan. Tak terima, Iwan membalas makian Zaenab. Anak dari Zaenab, Idam Topan (30) tak terima orang tuanya diejek. Idam bersama kedua rekannya, Rubi Pegi (25) dan Angga (23) mengejar Iwan.

"Bersama-sama memukuli korban. Selanjutnya dipisahkan oleh warga. Namun para pelaku masih belum puas dan selanjutnya mencari korban," ujar Antonius.

Pada jam 23.15 WIb para pelaku menemukan korban di RT 9 RW 11 Jalam Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat. Para pelaku memukuli kembali hingga korban luka.

Rekomendasi Untuk Anda

Saksi Yanto Herwanto selaku Ketua RT 9 yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambora. Lanjut korban oleh piket buser di bawa ke Rumah Sakit Tarakan guna pengobatan.

"Antara pelaku dan korban sebelumnya saling ejek dengan menyebut korban pemilih kafir dan dibalas 'Lo yang kafir'," ujar Antonius.

Polisi Tambora telah mengamankan Rugi Pegi. Sementara, Idam Topan dan Angga masih dalam pencarian.

"Kita membuatkan visum luka. Kemudian, mendatangi TKP dan mengamankan pelaku atas nana Ruby Pegi. Saat ini, kami mencari pelaku lain," ujar Antonius.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas