Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saking Cintanya, Seorang Nenek di Bogor Bikin Kubur Almarhum Suaminya di Dalam Rumah

Kisah cinta nenek berusia 96 tahun yang satu atap dengan makam suami rupanya berawal dari makanan ringan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Saking Cintanya, Seorang Nenek di Bogor Bikin Kubur Almarhum Suaminya di Dalam Rumah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Mak Roni 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWS.COM, CIAWI - Kisah cinta nenek berusia 96 tahun yang satu atap dengan makam suami rupanya berawal dari makanan ringan.

Mak Roni, begitu sapaan akrab warga Jalan Veteran, Kampung Kubang, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Dia tinggal di sebuah gubuk berukuran 3 X 4 meter. Di dalamnya, ada makam sang suami, Abah Eno panggilannya.

Mak Roni memang sengaja membuat rumah di atas makam suaminya. Dia memilih untuk menetap di rumah tak layak huni (RTLH) itu meski sudah disuruh pindah oleh anak.

Kondisi ruangan di rumah Mak Roni (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)
Kondisi ruangan di rumah Mak Roni (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy) ((TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy))

Mak Roni merasa tak tega bila meninggalkan suaminya seorang diri. Kesetian Mak Roni banyak menarik perhatian warga sekitar.

Tak ayal, Camat Ciawi Bambang Setiawan saja langsung melongoknya pada Senin (17/4/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Mak Roni bercerita awal pertemuannya dengan Abah Eno.

Rupanya Mak Roni pernah ditinggal pasangannya.

Mak Roni
Mak Roni (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Apa lagi kala itu Mak Roni tengah mengandung anak pertama. Lelaki tersebut meninggalkannya tanpa pamit.

Walhasil, Mak Roni mesti banting tulang menghidupi putra pertamanya.  Nenek yang terkadang disapa Mak Onih itu terpaksa memutar otak.

Sampai akhirnya dia berjualan makanan ringan di Desa Banjarwangi, Ciawi, Kabupaten Bogor.

Bukan tanpa perhitungan Mak Roni berjualan di lokasi tersebut. Kala itu ada sebuah proyek pembangunan sekolah.

Alhasil warung Mak Onih ramai dikunjungi oleh pekerja proyek. Makanan yang dijual selalu habis.

Warungnya pun menjadi langganan bagi pekerja proyek.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas