Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ketua KPU DKI Jakarta : Saya Ingin Hidup Normal Lagi

Meninggalkan anak dan istri selama tahapan pilkada berlangsung bukanlah hal yang tabu bagi pria kelahiran Tulungagung, 1966 lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ketua KPU DKI Jakarta : Saya Ingin Hidup Normal Lagi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno memberikan sambutan saat Rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jumat (5/5/2017). KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai pasangan calon terpilih pada pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Saya mau memanfaatkan selama masa terakhir ini," ujarnya.

Alhamdulillah Selesai

Terpilihnya pasangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta dengan mendapatkan suara sebanyak 57,96 persen pada putaran kedua dan tidak ada gugatan ke Mahkamah Kontitusi menjadikan keduanya akan menjadi pemimpin Ibu Kota Negara periode 2017-2022.

Ucapan terima kasih dan syukur tidak henti dari mulut Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno sebagai penyelenggara pemilu.

Bukan tanpa alasan, pilkada kali ini sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran serta biaya dari penyelenggara yang juga menjadi peneliti di The Habibie Center itu.

"Alhamdulillah semua telah selesai," kata dia saat sambutan di Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon terpilih di Kantor KPU DKI Jakarta, Jumat (5/5)

Dirinya berharap nantinya pasangan calon terpilih dapat memenuhi seluruh janji kampanye yang telah dilontarkan oleh pasangan calon.

Rekomendasi Untuk Anda

"Semua berharap begitu. Beliau ini kan dalam debat selalu berbicara masalah keberpihakan kepada rakyat, nah itu yang harus ditagih," katanya.

Selama tahapan pilkada berlangsung, menurtnya, dinamika di masyarakat juga terpengaruh dari adanya pemilihan dua kontestan.

Dikatakan olehnya, pasangan calon terpilih juga harus dapat merangkul seluruh elemen masyarakat dan tidak lagi ada jarak di warga DKI Jakarta.

"Pemilihan sudah usai, kampanye telah selesai. Saatnya buka jaket, lepas simbol, dan kembali bersatu demi Jakarta," jelas dia.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas