Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Langgar Aturan ini di Jalan, Sandiaga Uno Panen Hujatan dan Sindiran Netizen

Seorang pengguna Facebook melontarkan komentar bernada sindiran untuk warga Jakarta yang memilih Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Langgar Aturan ini di Jalan, Sandiaga Uno Panen Hujatan dan Sindiran Netizen
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (30/4/2017) petang. 

Pada Twitter, hujatan juga dikicaukan tweeps.

"Hadiri Pesta Kemenangan" menjadi trending topic.

Pemilik akun @CokyLouis menulis kicauan, "Hmmmm..contoh yg bagus untuk tidak diikuti... ya maklum sih, kan bang @SandiagaUno baru jadi pjabat."

Pemilik akun @me_brigitta menulis kicauan, "Eeeaaaa... blm jg dilantik.. warbiyasak..."

Pemilik akun @GunRomli menulis kicauan, "kenalkan Penguasa Baru Jakarta,R1 aja gak pernah."

Pemilik akun @RickyKardjono menulis kicauan, "Belum dilantik sdh melanggar peraturan. Okecret."

Sandiaga minta maaf

Rekomendasi Untuk Anda

Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno terpantau masuk busway ketika akan menghadiri pesta kemenangan bersama relawan dan pendukungnya di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) sore.

Sandiaga mengaku tidak menyadari hal itu dan meminta kepada pengawalannya agar hal itu tidak terulang lagi.

"Hah? Tadi masuk jalur busway, enggak bisa ini, enggak boleh, aku enggak mau, tolong diingatkan," kata Sandiaga.

Hal yang sama pernah dialami pasangannya, Gubernur terpilih Anies Baswedan.

Dalam perjalanan ke acara debat cagub di Hotel Bidakara, Jumat (13/1/2017) malam, dia menggunakan jalur bus Transjakarta atau busway koridor 9 atau ruas Jalan Gatot Subroto.

Menurut Anies, dalam perjalanan sebagai cagub yang berkampanye, otoritas memilih jalan ada pada personel polisi yang memberi pengawalan melekat.

Polisi bertugas mengawal agar cagub-cawagub terhindar dari bahaya, juga mengawal dalam perjalanan agar cagub-cawagub terbebas dari macet.

"Kalau saya yang menyetir sebagai pribadi, maka keliru, kalau polisi bertugas maka polisi nemiliki otoritas untuk mengambil keputusan. Bahkan verboden sekalipun kalau polisi bertugas, polisi bisa ambil keputusan," ujar Anies.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas