Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teman Sebaya Sempat Dengar Rintihan Remaja Korban Pemerkosaan, Ini Pengakuannya

April (13), teman sebaya AF (13) yang diperkosa dan dibunuh di rumahnya, mengaku mendengar Afi merintih, lalu pria ini keluar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Teman Sebaya Sempat Dengar Rintihan Remaja Korban Pemerkosaan, Ini Pengakuannya
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
AF (13) ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Safir RT 03/07, Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (3/6/2017) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - April (13), teman sebaya AF (13) yang diperkosa dan dibunuh di rumahnya, Jalan Safir, Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku mendengar AF merintih minta tolong berkali-kali, Sabtu (4/6/2017).

April memaparkan, setelah mendengar suara rintihan AF, ia kemudian mendengar suara benturan keras di tembok rumah AF.

"Waktu itu aku dan teman-teman ramai-ramai mainnya di‎ depan rumah dia (AF). Aku denger kok, dia teriaknya minta tolong gitu. Toloong... Toloong... Udaah... Udaah... Toloong'. Nah, habis itu diam hening," ungkap April, Minggu (4/6/2017).

"Aku duduk depan pagar rumah dia, baru deh terdengar suara seperti dijedotin (benturan). Persis di tembok rumahnya dia (AF). Jeduuug...gitu," sambungnya.

April saat itu berpikiran AF sedang asyik bermain sendiri ‎di rumahnya.

Tetapi, April mengaku kaget melihat WA keluar dari rumah AF.

"Ada Kak WA keluar. Keringatan gitu. Terus, dia seperti orang takut, Kak WA-nya. Jalan keluar rumah, tapi Kakak WA jalan buru-buru sambil perbaiki ritsleting celananya. Kita teriakin dia, AF mana?" Eh Si WA kagak noleh-noleh," beber April.

Rekomendasi Untuk Anda

Yani (50), tetangga sebelah rumah AF, membenarkan apa yang dikatakan cucu kesayangannya itu.

Yani memaparkan, April sempat memberitahukan kepadanya bahwa ia mendengar suara AF meminta tolong.

"Iya, cucu saya cerita juga ke saya. Si WA keluar seperti orang terburu-buru. Jalannya cepat dan sambil perbaiki ritsleting celananya. Ya kami sebenarnya warga yang di sini juga enggak mendengar apa-apa. Yang dengar cuma Si April ini. Padahal, teman-temannya main di depan rumah dia (AF) juga. Pasti pelakunya dia (WA)," beber Yani.

Garis polisi

Rumah AF yang menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan tersebut, sudah diberi garis polisi.

Baca: Remaja Perempuan Ditemukan Tewas dengan Kaki dan Leher Terikat Tali Rafia di Cengkareng

Suasana duka mendalam yang dirasakan tetangga AF, masih terasa. Sejumlah teman sebaya korban, terlihat masih berkerumun bersama para orangtua di depan rumah berpagar hitam tersebut.

Sejumlah warga mengatakan masih tak percaya dengan kejadian yang menerpa AF.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas