Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kekasih Kapten Mengaku Tak Kebagian Jatah Uang Hasil Rampokan di SPBU Daan Mogot

"Untuk Banyuwangi, pertama saya itu menolak ikut dia, tapi saya terpaksa pak, karena diancam suruh ikut, jangan mau enaknya doank. Saya terpaksa."

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kekasih Kapten Mengaku Tak Kebagian Jatah Uang Hasil Rampokan di SPBU Daan Mogot
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan berbinacang dengan RCL soal keterlibatannya dalam kasus perampokan di Daan Mogot, Jakarta Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rachel alias RC, kekasih dari SFL, dalang perampokan atau kapten yang menewaskan korbannya, Davidson Tantono (31), mengaku tidak tahu menahu aksi kejahatan yang terjadi di SPBU Daan Mogot tersebut.

Bahkan ia mengaku tidak pernah menerima uang hasil rampokan.

Hal tersebut diungkapkannya saat Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan menginterogasi langsung para pelaku di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2017).

Saat diinterogasi oleh Kapolda, para pelaku mengenakan seragam tahanan berwarna oranye.

"Iya, saya menyesal kenapa saya sebodoh itu tidak tahu resikonya seperti ini," kata RCL.

Baca: Kisah Cinta Kapten Perampok Davidson di SPBU Daan Mogot dengan Wanita Pemandu Karaoke

Ia mengaku hanya diberi tugas untuk menyewa apartemen. Karena dirinya memiliki KTP DKI Jakarta.

BERITA TERKAIT

Dimana, pihak yang menyewakan apartemen biasanya enggan memberikan sewa yang ber-KTP luar DKI.

Apartemen dijadikan tempat singgah para pelaku perampokan dalam menyusun aksi kejahatannya.

"Kalau uang, saya tidak pernah kebagian. Dia cuma naruh di dompet untuk masak dan alat mandi," jelasnya.

RCL mengaku kenal dengan SFL di sebuah diskotek salah satu hotel di Jakarta.

Saat itu dirinya bekerja sebagai Ladies Escort (LC) alias wanita pemandu karaoke.

"Saya kenal di karaoke jadi LC, itu sudah lama. Di Grand Menteng pak," katanya.

Sementara, dalam pelariannya ke Banyuwangi bersama SFL, ia mengaku terpaksa. Pasalnya dibawah ancaman.

"Untuk Banyuwangi, pertama saya itu menolak ikut dia, tapi saya terpaksa pak, karena diancam suruh ikut, jangan mau enaknya doank. Saya terpaksa sudah ikut," katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas